The Diary Game (September 13, 2020) - Day 38 : Bukan Berpindah HatisteemCreated with Sketch.

in hive-103393 •  last month 

IMG_20200913_105356.jpg

Pagi ini saya terbangun lebih cepat dari biasanya, saat jam masih menunjukkan pukul 04.13 pagi saya sudah terjaga. Mungkin karena efek saya tidur terlalu cepat tadi malam. Sehingga energi saya cepat kembali dan saya terbangun saat belum waktunya. Karena masih pagi sekali, saya hanya mengisi waktu dengan membuka sosial media, situs berita online dan juga Steemit untuk membuka notifikasi.

Saat sedang asyik membalas komentar dari steemian lainnya, alarm di smartphone saya berbunyi menandakan sudah pukul 05.00 pagi. Saya segera melangkah ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan berwudhu. Saat saya menggunakan pakaian untuk pergi ke masjid, Zaki yang masih berusia hampir 5 tahun terbangun dan juga minta ikut ke masjid. Akhirnya kami berdua berjalan kaki pergi ke masjid untuk menunaikan sholat Subuh, yang jarak masjidnya hanya beberapa puluh meter dari rumah.

Setelah selesai menunaikan sholat Subuh, Zaki yang berdiri di shaf terakhir menghampiri saya dan mengajak kembali ke rumah. Karena hari ini ada jadwal ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ruslan, saya hanya mengantarnya ke depan pintu rumah dan kembali lagi ke masjid. Saat tiba kembali di masjid, Ustadz Ruslan sudah memulai ceramah dengan tema membahas hukum Islam tentang game online yang digandrungi oleh banyak orang saat ini.

Sekitar pukul 06.10, Ustadz Ruslan mengakhiri ceramahnya dan saya segera kembali ke rumah. Di rumah, Zaki dan istri saya sudah menunggu kepulangan saya untuk di ajak berjalan kaki mengelilingi pedesaan di sekitar tempat kami tinggal. Saya segera berganti pakaian kemudian kami memulai berjalan kaki. Dari rumah, kami berjalan ke arah kanan, kemudian memasuki pemukiman penduduk dan melewati masjid yang terletak di Desa Meunasah Bie (Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh), kemudian kami lanjutkan lagi jalan kaki sampai tiba ke jalan yang berbatasan dengan persawahan.

IMG_20200913_062030-01.jpeg
Salah satu rute yang kami lalui saat berjalan kaki di pagi ini

Di penghujung jalan ini kami belok kiri dan memasuki pemukiman penduduk desa Gampong Blang. Desa saya tinggal yaitu Meunasah Raya terletak di tengah-tengah antara Desa Meunasah Bie dan desa Gampong Blang. Dari pemukiman penduduk di desa Gampong Blang ini kami kembali belok kiri dan memasuki jalan yang membelah rawa-rawa, jalan ini merupakan perbatasan antara desa tempat saya tinggal dengan desa Gampong Blang. Di penghujung jalan ini kami kembali belok kiri dan memasuki pemukiman penduduk desa saya tinggal. Di penghujung jalan ini kami kembali belok kiri dan hanya sekitar 50 meter sudah tiba kembali di rumah.

Saat tiba di rumah, kami duduk di teras rumah sambil melepas lelah dan menunggu keringat mengering di punggung kami. Beberapa saat kemudian saya masuk ke dalam kamar tidur dan istri saya menyuguhkan minuman racikannya yang terbuat dari madu dan lemon yang rutin saya minum setiap pagi. Saat itu saya melirik jam menunjukkan pukul 07.30 pagi.

IMG_20200913_073728-01.jpeg
Madu + lemon yang di campur dengan air panas, yang selalu saya minum setiap pagi

Sekitar pukul 8 lewat, istri saya kembali menyuguhkan sarapan untuk saya yaitu "Buleukat Seulei" (Ketan Srikaya). Saya sangat menyukai sarapan ini dan dalam sekejap sudah saya habiskan tanpa sisa. "Buleukat Seulei" ini dijajakan di warung kopi di samping rumah kami dengan harga 3000 rupiah per bungkus (1,1 STEEM). Beberapa saat kemudian saya ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Hari ini saya dan istri dengan di bantu oleh keluarga adik saya ingin memindahkan sebagian barang-barang rumah tangga dari rumah kontrakan saya di Kota Sigli untuk di bawa pulang ke rumah mertua saya yang saat ini saya tempati. Sejak ayah mertua saya meninggal bulan lalu, saya sudah tidak berdomisili lagi di Kota Sigli karena ibu mertua saya yang sudah tua tinggal sendirian di rumahnya. Sehingga meminta kami untuk tinggal bersamanya.

IMG_20200913_081322-01.jpeg
"Buleukat Seulei" yang menjadi menu sarapan pagi ini

Sekitar pukul 9 pagi kami, saya menjemput adik saya dan keluarganya untuk membantu saya dalam memindahkan barang-barang rumah tangga di rumah kontrakan di Kota Sigli. Saat saya tiba di rumahnya yang terletak di desa Meunasah Bie, mereka masih belum mandi dan berganti pakaian. Sehingga saya harus menunggu beberapa saat. Waktu menunggu tersebut saya gunakan untuk bermain dengan anaknya yang masih kecil bernama Syakira. Dia baru berumur dua bulan dan memiliki wajah yang imut dan cantik seperti ibunya.

IMG_20200913_093419-01.jpeg
Syakira, keponakan saya yang masih berumur dua bulan

Sekitar pukul 10 pagi kami sudah dalam perjalanan ke Kota Sigli (Aceh, Indonesia) menuju ke rumah kontrakan saya. Kami melakukan perjalanan selama satu jam dan sekitar pukul 11 siang sudah tiba di sana. Kami pun segera memindahkan barang-barang tersebut ke dalam truk yang kami sewakan. Butuh waktu hampir dua jam untuk memindahkan barang-barang tersebut. Dan sekitarnya pukul 1 siang, setelah makan dan menunaikan sholat Zhuhur, kami kembali lagi ke kampung kami di Kabupaten Pidie Jaya.

IMG_20200913_124405-01.jpeg
Barang-barang rumah tangga yang sudah kami masukkan ke dalam truk

Kami kembali menempuh waktu satu jam untuk tiba di rumah, kemudian kami memindahkan barang-barang tersebut dari truk ke dalam rumah mertua saya. Sekitar 30 menit kami sudah selesai memindahkan semua barang-barang tersebut. Setelah itu saya tertidur di ruang tamu karena kelelahan dan baru terbangun saat jam menunjukkan pukul 4 sore.

Saya segera mandi dan berwudhu untuk menunaikan sholat Ashar, kemudian bercengkrama dengan anak-anak. Sekitar pukul 6 sore, saya menuju ke pom bensin di Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, jaraknya hanya 8 menit dari rumah. Tujuannya bukan untuk mengisi bensin, tapi untuk membeli "Sate Matang" yang di jual di outlet di depan warung kopi yang ada di kompleks pom bensin tersebut. Saya membeli tiga bungkus "Sate Matang" dengan harga per bungkus 25.000 rupiah (9,3 STEEM). Kemudian saya membawa pulang "Sate Matang" tersebut untuk saya santap bersama keluarga sebagai menu makan malam.

IMG_20200913_182812-01.jpeg
"Sate Matang" yang menjadi menu makan malam

Sampai pukul 8 malam, aktivitas saya hanya di rumah bercengkrama bersama anak-anak dan keluarga. Selain itu, di waktu senggang saya gunakan untuk membaca diary steemian lainnya di smartphone. Sekitar pukul 20.30 malam saya keluar dari rumah menuju ke tempat pangkas rambut milik "Cek Mat" yang terletak di Jalan Banda Aceh - Medan, Simpang Empat Meurah Dua. Jaraknya hanya 5 menit dari rumah. Saat saya tiba di sana, saya harus menunggu giliran, karena sudah terlebih dahulu tiba pelanggan lainnya. Setelah menunggu sekitar 30 menit, Cek Mat mempersilakan saya menuju kursi tempat pangkas rambut untuk memangkas rambut saya.

IMG_20200913_203134-02.jpeg
Cek Mat sedang memangkas rambut salah satu pelanggannya

Sekitar pukul 10 malam, Cek Mat sudah menyelesaikan pekerjaannya memangkas rambut saya dan saya menyodorkan uang sebanyak 20.000 rupiah (7,4 STEEM) sebagai jasa pangkas. Kemudian saya kembali ke rumah dan membersihkan tubuh kemudian dilanjutkan dengan beristirahat.

Info:

Saya dan tim mengadakan kontes fotografi dalam The Diary Game, anda dapat mengunjungi link berikut ini untuk info lebih detail tentang kontes.
https://steemit.com/hive-103393/@steem.sea/steem-sea-community-contest-part-5-photography-in-the-diary-game

Kami bergabung dalam tim Aceh-Indonesia yang terdiri dari saya sendiri sebagai leader, @muzack1, @ernaerningsih, @lord-geraldi dan @p3d1.


Ingin tahu tentang saya? Klik disini


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  
There are many rewards for praying with Jamaat. I try to pray five times with the Jamaat. But the Fajr prayer is sometimes missed. It is good to know that you are praying with the Jamaat. You are drinking lemon juice with honey in the morning. There are many qualities in honey that cannot be overstated. Eating honey makes the brain sharp. The child is so cute. Just like an angle. Your dinner was very tasty. Seeing that, my tongue watered.

#onepercent
#Bangladesh

Saya selalu berusaha untuk selalu sholat berjamaah.
Dan saya selalu minum madu dan lemon setiap pagi untuk menjaga kesehatan saya.
Dia memang menggemaskan..hehehe

Share ke Twitter:

IMG_20200915_144319.jpg

Di Samahani Aceh Besar juga menjual Bulukat Seulai. Makanan ini biasanya hanya ada di pagi hari. Bulukat di sini terkenal dengan rasanya yang sangat enak. Telat sedikit kita datang, jangan harap bisa menikmati Bulukat Seulai Samahani. Melihat Bulukat Seulai yang anda tampilkan, membuat saya rindu Bulukat Seulai Samahani.

#onepercent
#indonesia

Untung cuma rindu sama Buleukat Seulai, meunyeu rindu ke ureung peugot jih yang susah...😀😀

Gampang. Tinggai woe u gampong. 🤣🤣🤣

😀😀😀😀

Bulukat selei mengingatkan ku pada masa kecil dulu, bulukat selei dulu menjadi sarapan pagi saya, kakek tercinta selalu membelikannya untuk saya di warung kopi Ajilah, hal itu sering mengguncang memori indah bersama kakek di masa kecil ku.
Langganan pangkas anda cekmat selalu memberi suasana ceria, dia manusia unik yang pernah saya kenal seumur hidup, kirimkan salam ku kepadanya nanti

#onepercent
#indonesia

Warung kopi Ajilah merupakan warung kopi paling legendaris dulunya. Setengah masyarakat Meureudu dulunya berkumpulnya di situ untuk menikmati Boh Manok Weng.

Benar sekali @anroja, kakek sering mengajak saya kesana dan kami duduk tepat di tiang tengah sambil menikmati boh manok weng kakek sengaja untuk menghentikan saya saat merajuk, mata saya selalu menoleh ke bulukat teucet, itu benar-benar luar biasa. Saya masih dapat melukiskannya di memori saya.

#onepercent
#indonesia

Anda tahu, warung kopi tersebut merupakan milik kakek saya yang diwariskan kepada anak pertamanya atau pakde saya. Saat itu saya sering membantunya di warung kopi tersebut. Saya masih ingat di waktu subuh sering di ajak oleh nenek saya ke sana untuk membantu sepupu saya mengaduk telur ayam untuk disiapkan kepada pelanggan. Saat itu setiap pagi lebih dari 100 cangkir kami menyiapkannya.

Saya tau itu tetapi sedikit lupa-lupa ingat

I re-entered your post to see your photography

Terima kasih sobat

Penggemar sate matang juga, nanti kalau ada waktu senggang kita nikmati makanan khas matang ini ditempat asal nya ya pak @anroja

#onepercent
#indonesia

  ·  last month (edited)

Itu ide sangat bagus, saya paling setuju..😀😀

Judulnya puitis sekali bang, mantan pujangga mungkin, apakah tempat pangkas tersebut langganan anda.?

#onepercent
#indonesia

Itu judulnya untuk mengecoh pembaca saja @thepink.
Itu Barber shop paling legendaris di tempat kami.

Hebat, seorang yang berjiwa besar rela berkorban demi keluarga, walaupun harus mengangkut barang menempuh jarak yang tidak dekat.

#onepercent
#indonesia

Keluarga itu nomor satu pak..hehehe

The amazing view of nature that I saw in the first picture is really amazing and all your pictures have been extremely beautiful. Your image quality is very good and looks very nice. You shared a very tasty meal at the end and I am very greedy to see this dish. Did you take the pictures with your mobile?
#onepercent #bangladesh

Terima kasih sobat.
Iya, saya menggunakan smartphone Mi Note 10 Pro. Itu saya membelinya dari hasil menulis di Steemit. Saya baru memilikinya empat bulan yang lalu.

This mobile are not available in my country

  ·  last month (edited)

Mungkin di sana namanya Mi CC9 Pro. Itu produk Xiaomi.

Madu dan Lemon memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh, saya juga meminumnya walau tak setiap pagi seperti anda @anroja, namun sering dan saya pecinta Lemon.

#onepercent
#indonesia

Anda benar sekali. Lemon dan madu sangat banyak khasiatnya.

@anroja judul nya membuat saya berdebat-debar🤣

Tenang @nazarul, saya masih satu hati...😀

Enhorabuena, su "post" ha sido "up-voted" por @dsc-r2cornell, que es la "cuenta curating" de la Comunidad de la Discordia de @R2cornell.

Curated by @blessed-girl

r2cornell_curation_banner.png

Bereh 👍

Peu yang bereh aduen?

Jus lemon plus madunya, berhasil membuat saya gigit jari, ditambah bulukat seulai. Meutamah roe ibabah teuh saat cuaca leupi meunoe 😋😃

🤣🤣🤣🤣😀😀

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team