The Diary Game (September 16, 2020) - Day 41 : Ketika Hati MenginginkannyasteemCreated with Sketch.

in hive-103393 •  last month  (edited)

IMG_20200916_101026.jpg

Pagi ini saya kembali terbangun pada jam 5 pagi. Bunyi alarm yang selalu saya atur pada jam tersebutlah yang membangunkan tidur saya. Saya segera bangun dan masih duduk di ujung tempat tidur, setelah mengumpulkan energi, saya berjalan ke kamar mandi dengan lunglai. Di kamar mandi setelah mencuci muka, saya lanjutkan dengan menggosok gigi dan berwudhu. Kemudian menggunakan pakaian kebesaran untuk pergi ke masjid. Dalam perjalanan ke masjid yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari rumah terdengar muazin mengumandangkan iqamah dan saya pun mempercepat gerak langkah agar segera tiba di masjid.

Saat tiba di masjid hanya terlihat beberapa orang yang hadir untuk sholat Subuh pagi ini, mungkin karena faktor hujan yang baru reda beberapa menit yang lalu. Ustadz Ilyas yang bertindak sebagai imam mulai membacakan ayat-ayat suci Al-Quran dalam memimpin sholat dan saya pun larut dalam kekhusyukan menghadap-Nya. Setelah selesai menunaikan sholat Subuh, saya kembali ke rumah dan tidak lupa membuka laman Steemit di smartphone untuk melakukan kurasi terhadap beberapa steemian yang berpartisipasi di The Diary Game.

IMG_20200916_062115-01.jpeg
Minuman dari olahan madu, jahe, kayu manis dan gula aren

Sekitar jam 6 lewat, istri saya menyuguhkan secangkir minuman yang berbeda dari biasanya di pagi ini, bukan lagi minuman dari madu dan lemon. Dari warnanya sudah berbeda apalagi rasanya. Kemudian saya bertanya kepada istri tentang minuman tersebut. Katanya itu terbuat dari madu, jahe, kayu manis dan gula aren. Setelah menghabiskan minuman tersebut, beberapa menit kemudian istri saya menyajikan nasi goreng dengan ayam goreng sebagai menu sarapan pagi ini.

IMG_20200916_063835-01.jpeg
Menu sarapan pagi saya hari ini yaitu nasi goreng dan ayam goreng

Sekitar pukul 7 pagi saya sudah berada di belakang setir mobil menuju ke tempat kerja di Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro Sigli. Rutinitas setiap hari kerja ini saya jalani dengan penuh semangat, entah karena teringat sebuah kecupan dari istri tercinta entah juga karena sajian minuman racikannya tadi pagi. Sekitar pukul 8 pagi saya sudah tiba di rumah sakit tepatnya di Departemen Radiologi.

Di Departemen Radiologi saya mulai bekerja melayani pasien yang membutuhkan pelayanan radiologi, khususnya melayani pasien yang membutuhkan pemeriksaan dengan modalitas CT Scan (Computed Tomography Scanning). Satu persatu saya melakukan pemeriksaan dengan di bantu oleh rekan kerja saya yaitu Tia Jabarina. Tia Jabarina lebih banyak membantu saya dalam memanggil pasien dan menempatkannya di atas meja pemeriksaan CT Scan. Sedangkan saya melakukan proses scanning dan melakukan proses pengolahan data rekonstruksi image. Saya larut dalam pekerjaan ini sampai terdengar suara azan dari toa masjid At Taqwa yang terletak di depan rumah sakit. Kemudian saya menuju ke masjid tersebut untuk menunaikan sholat Zhuhur.

IMG_20200916_111659-01.jpeg
Aktivitas saya saat bekerja, pada gambar di atas terlihat pasien yang sedang di pindai dengan modalitas CT Scan

Setelah menunaikan sholat Zhuhur, saya menuju ke kantin rumah sakit. Saya lihat di kantin rumah sakit sudah tersedia lagi Mie Aceh setelah beberapa bulan cuma tersedia gerobak kosong saja. Saya penasaran dengan citarasanya sehingga memesan satu porsi. Beberapa menit kemudian Mie Aceh sudah dihidangkan di depan saya oleh pelayan di kantin. Saya segera menyantapnya. Rasanya enak, tapi masih kalah dengan Mie Aceh yang tersedia di warung "Mie Keumangan" tempat saya makan siang dua hari yang lalu. Harganya 8.000 rupiah per porsi atau sekitar 3 STEEM.

IMG_20200916_130852-01.jpeg
Dan lagi Mie Aceh menjadi menu makan siang saya hari ini

Sekitar pukul 2 siang saya kembali lagi ke Departemen Radiologi, karena ada beberapa pasien dalam kondisi darurat yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan, walaupun jam kerja saya sudah selesai, tapi saya tidak tega membiarkan pasien tersebut terlantar. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut, datang lagi pasien lainnya dari Instalasi Gawat Darurat dan saya kembali melakukan pemeriksaan dengan modalitas CT Scan.

Sekitar jam 15.15 sore saya sudah meninggalkan Departemen Radiologi. Hari ini saya di ajak oleh teman saya yang bekerja di bagian Farmasi yaitu Effendy untuk pergi ke Lameu, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie yang jaraknya sekitar 30 menit dari rumah sakit. Tujuannya untuk merasakan kuliner khas di sana yaitu "Leumang dan Boh Manok Weng". Dua kuliner di santap dalam satu paket yakni " Boh Manok Weng" sebagai "Seulei" untuk di makan bersama "Leumang". Tempat sederhana dan tidak mencolok ini hanya di buka dari sore sampai malam dan pengunjung selalu ramai padahal tempatnya sangat tidak strategis.

IMG_20200916_160157.jpg
Proses memanggang "Leumang"


IMG_20200916_164558.jpg
"Boh Manok Weng" yang kami padu dengan "Leumang" saat menyantapnya

Sekitar jam 6 sore saya sudah cabut dari sana dan langsung pulang ke Meureudu tempat saya tinggal. Dari tempat tersebut butuh satu jam untuk sampai ke rumah. Tapi dalam perjalanan terdengar suara azan sehingga saya singgah di masjid At Taqarrub Trienggadeng, Pidie Jaya untuk menunaikan sholat Maghrib secara berjamaah. Hanya sekitar 15 menit disini, saya melanjutkan perjalanan untuk pulang yang jaraknya hanya 15 menit lagi.

Saat tiba di rumah, saya langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan dilanjutkan dengan menyantap makan malam bersama keluarga. Sampai waktunya tidur, aktivitas saya hanya di rumah saja bersama keluarga.

Info:

Saya dan tim mengadakan kontes fotografi dalam The Diary Game, anda dapat mengunjungi link berikut ini untuk info lebih detail tentang kontes.
https://steemit.com/hive-103393/@steem.sea/steem-sea-community-contest-part-6-photography-in-the-diary-game

Kami bergabung dalam tim Aceh-Indonesia yang terdiri dari saya sendiri sebagai leader, @muzack1, @ernaerningsih, @lord-geraldi dan @p3d1.


Ingin tahu tentang saya? Klik disini


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Share ke Twitter:

IMG_20200919_072558.jpg

Hei @anroja anda membuat ku terkejut.. saya pikir itu adalah rudal mortir. Padahal lemang 😁

Hahaha, tapi dulu itu bisa menjadi senjata kita dengan amunisi buah jambu yang masih putik.

Nampaknya minuman "boh manok weng" yang anda nikmati dengan lemang sangat nikmat sekali. tetapi adakalanya kita tidak perlu mengkonsumsi lemang dari beras ketan secara berlebihan, ada efek yang tidak baik bagi kesehatan tubuh kita.

#onepercent
#indonesia

Tapi itu jarang-jarang kita nikmati bang. Satu lagi, Leumang itu akan maknyus lagi kalau di padu dengan durian..😀

Durian tangse tentunya yang bang

Yup, tapi yang lebih enak durian Mane dan Geumpang bang.

Saya tunggu....

😀😀😀😀

Lemang itu terkenal sebagai makanan khas Aceh Selatan yang biasanya di buat pada saat-saat tertentu saja. Saya punya nenek asli orang Aceh Selatan, jadi setiap bulan puasa atau lebaran datang, harus masak Leumang. Rasanya kalau tidak ada Leumang, tidak jadi lebaran. Dan Leumang nya pun biasanya di masak tiga jenis, dari ubi, beras ketan dan beras ketan hitam. Tapi sekarang, Leumang ini sudah bisa kita dapatkan di mana-mana. Tidak mesti harus ke Aceh Selatan untuk bisa menikmati Leumang. (mode serius).

#onepercent
#indonesia

Di Tangse, Leumang sudah sudah menjadi tradisi terutama saat acara Maulid. Bukan hanya menghidangkan makanan Maulid untuk para tamu, tapi juga Leumang

Tidak bisa di bayangkan jika 'boh manoek weng' campur es di minum sambil makan lemang.
Huuuuuuuuuf bikin ngiler bang.

#onepercent
#indonesia

😂😂😂😂

Your daily morning drink today is not made with honey and lemon. But you drank a new kind of drink today. Which was made with honey as well as cinnamon, date sugar and ginger. I hope you are satisfied with the new drink. Your breakfast was very tasty. Very tasty to eat fried chicken and fried rice.
#onepercent
#bangladesh

Saya sangat menyukai minuman baru ini. Terima kasih telah mengunjungi blog saya

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team

Bagaimana @radjasalman ada rasa ingin menikmati Leumang dan Boh Manok Weng? Kapan kita berwisata kuliner dengan penunjuk jalan bang @anroja, sepertinya banyak kuliner yang menggugah selera dari postingan postingan Diary bang @anroja.

Ayo, mumpung masih musim durian, sehingga banyak variasi dalam menikmatinya.

Waduh saya gak bisa dengar wisata kuliner, apalagi kalo ada duriannya, sepertinya itu hukumnya antara sunat dan wajib mengikutinya 😂