The Diary Game (September 17, 2020) - Day 42 : Lembur dan KabursteemCreated with Sketch.

in hive-103393 •  last month  (edited)

IMG_20200917_113745.jpg

Jam 5 pagi bagi saya merupakan awal penentu langkah saya hari ini. Karena kehidupan saya lebih sering di mulai dari jam 5. Kenapa dengan jam 5? Di daerah saya jam 5 itu belum fajar, dan belum waktunya sholat Subuh. Jadi saya memiliki waktu untuk melakukan persiapan menunaikan sholat Subuh berjamaah. Bagi saya yang di didik dalam lingkungan religius, berinteraksi dengan Penguasa Alam merupakan tindakan pertama yang saya lakukan untuk mengawali hari sebelum berinteraksi dengan yang lain. Karena itu akan memberikan kedamaian jiwa dan ketenangan hati.

Hari ini saya juga melakukan hal yang sama yaitu bangun tidur jam 5 kemudian berwudhu dan ke masjid untuk menunaikan sholat Subuh secara berjamaah. Kemudian saya kembali lagi ke rumah, meraih smartphone, membuka laman Steemit dan melakukan kurasi. Ini merupakan rutinitas yang saya jalani setiap pagi mulai beberapa tahun yang lalu.

Sekitar jam 6 lewat istri saya membawa secangkir minuman dari madu dan lemon yang sering saya minum setiap pagi. Bagi saya ini sudah menjadi semacam ritual untuk menjaga kesehatan. Ini sudah menjadi sebuah sugesti bagi saya menuju sehat. Layaknya dunia cryptocurrency, kalau anda dan semua Steemian percaya harga STEEM akan melonjak tinggi, maka itu akan menjadi sugesti dan saya yakin harga STEEM akan melonjak. Logikanya sederhana. Saat kita percaya hal tersebut maka kita akan melakukan investasi dalam bentuk melakukan Power Up, karena semua melakukan investasi dan Power Up, peredaran STEEM di market crypto semakin berkurang sehingga harganya akan naik, tapi saya bukan ahli cryptocurrency yang dapat memprediksinya. Saya hanya percaya bahwa yang saya lakukan saat ini adalah benar dengan melakukan Power Up.

IMG_20200917_063204-01.jpeg
"Buleukat Seulei" yang menjadi menu sarapan saya pagi ini

Kembali ke aktivitas saya, sekitar jam 6.30 pagi istri saya kembali menyuguhkan sesuatu yang di letakkan di atas piring, saya langsung menebak itu adalah "Buleukat Silei" (Ketan Srikaya). Ternyata saat membuka bungkusan dari daun pisang tersebut, tebakan saya tidak meleset. Itu benar "Buleukat Silei" sebagai sarapan favorit saya hari ini.

Setelah menghabiskan menu sarapan pagi tersebut, saya langsung mandi dan bersiap untuk pergi bekerja ke Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro Sigli (https://w3w.co/setrip.keburu.tukarnya). Tapi saat saya sedang menghidupkan mesin mobil di garasi, anak-anak menghampiri saya minta ikut. Saya lirik jam di smartphone, masih sempat saya membawa mereka untuk berkeliling di daerah sekitar rumah dengan mobil. Saya membuka pintu mobil dan mempersilahkan sang raja dan ratu kecil untuk masuk ke dalam mobil. Kemudian saya membawa mereka berkeliling di daerah sini sekitar 10 menit.

IMG_20200917_065755-02.jpeg
Anak-anak yang saya bawa berkeliling dengan mobil sebelum saya berangkat kerja

Setelah menurunkan mereka di rumah dan tentunya mendapatkan kecupan di pipi dari mereka, saya melanjutkan perjalanan ke Kota Sigli tempat saya bekerja. Perjalanan ini saya tempuh hampir satu jam dan sekitar jam 8 pagi saya sudah tiba di rumah sakit. Setelah memarkirkan mobil dan menyapa tukang parkir, saya menuju ke Departemen Radiologi. Suasana masih sepi, tapi saya sudah ada beberapa pekerjaan yang harus saya lakukan di komputer CT Scan, karena ada beberapa data imaging dari pasien yang dilakukan pemeriksaan tadi malam oleh rekan kerja saya belum dilakukan pengolahan. Sehingga ini menjadi tugas saya untuk melakukannya.

IMG_20200917_072138-01.jpeg
Saya saat di belakang kemudi mobil menuju ke tempat kerja

Semakin menjelang siang, pasien semakin ramai dan saya semakin sibuk dengan pekerjaan. Satu persatu saya dan rekan kerja menyelesaikan tugas yakni memanggil pasien dan melakukan pemeriksaan dengan modalitas CT Scan. Kemudian saya lakukan pengolahan data imaging. Sekitar jam 12.40 terdengar suara azan dari toa masjid At Taqwa yang terletak di depan rumah sakit (https://w3w.co/setumpuk.segedung.merendam). Saya pun menghentikan pekerjaan sejenak dan pergi ke masjid menunaikan sholat Zhuhur.

IMG_20200917_112834-01.jpeg
Saya yang sedang bekerja di Departemen Radiologi Rumah Sakit Teungku Chik Ditiro Sigli

Setelah selesai sholat Zhuhur, saya bersama Hardi rekan kerja saya pergi ke Lampoh Saka, jaraknya sekitar 10 menit dari rumah sakit, tujuan kami untuk menikmati makan siang dengan menu Mie Kocok di warung Mie Kocok Lampoh Saka yang terletak di Jalan Banda Aceh - Medan Lampoh Saka, Kabupaten Pidie (https://w3w.co/seteguk.pertiwi.dinikmati). Saat kami tiba di sana, suasana masih sepi, tapi tidak beberapa lama kemudian mulai berdatangan pelanggan yang ingin menikmati Mie Kocok dan Kanji di sana. Kami memesan dua porsi Mie Kocok dengan harga 15.000 rupiah per porsi (5,9 STEEM).

IMG_20200917_130502-01.jpeg
Mie Kocok, yang menjadi menu makan siang saya hari ini

Sekitar jam 13.30 kami sudah meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke rumah sakit. 10 menit kemudian kami sudah tiba kembali di rumah sakit, karena masih ada sisa waktu 20 menit lagi sebelum jam 2 siang, maka saya ke kantin rumah sakit untuk menikmati secangkir kopi sebelum kembali ke Departemen Radiologi untuk kembali bekerja. Kopi dengan harga 4.000 rupiah per cangkir ini (1,5 STEEM) saya seruput dengan pelan-pelan sampai tak tersisa. Sekitar jam 2 siang, saya kembali lagi ke Departemen Radiologi untuk kembali bekerja.

IMG_20200917_134610-01.jpeg
Sebelum kembali bekerja, saya menikmati secangkir kopi terlebih dahulu

Di Departemen Radiologi saya bergelut lagi dengan pekerjaan, biasanya jam 2 siang jam kerja saya sudah selesai, tapi hari ini saya harus lembur karena masih sangat banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Pekerjaan saya sore ini lebih banyak berkutat dengan komputer untuk menyiapkan berkas laporan Departemen Radiologi dan juga menyiapkan beberapa dokumen untuk akreditasi rumah sakit.

Sekitar pukul 4 sore saya mendapatkan notifikasi di grup WhatsApp rumah sakit bahwa nanti jam 5 sore ada rapat mendadak dengan manajemen rumah sakit. Sekitar jam 5 sore, pekerjaan saya sudah selesai, tapi dengan fisik yang kelelahan seperti ini, saya tidak mengikuti rapat tapi langsung pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang ke rumah yang biasanya butuh waktu sekitar satu jam, sore ini menjadi molor karena saat di tengah perjalanan tepatnya di Lueng Putu [Kabupaten Pidie Jaya, Aceh](https://w3w.co/bernilai.bertumbuh.menggapai) saya sudah lelah sekali dan terpaksa menghentikan mobil untuk merebahkan diri sambil memejamkan mata sejenak.

Hanya sempat tertidur selama beberapa menit sekitar jam 18.20 baru terbangun. Kemudian saya melanjutkan perjalanan lagi dan saat tiba di Trienggadeng (Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, https://w3w.co/awam.katun.bersihkan) sudah memasuki waktu sholat Maghrib, sehingga saya singgah di masjid At Taqarrub Trienggadeng untuk menunaikan sholat Maghrib secara berjamaah. Setelah selesai menunaikan sholat Maghrib, saya kembali melanjutkan perjalanan dan sekitar 15 menit kemudian sudah tiba di rumah.

IMG_20200917_190124-01.jpeg
Masjid At Taqarrub Trienggadeng tempat saya menunaikan sholat Maghrib hari ini

Begitu tiba di rumah (https://w3w.co/elektif.berlogika.jengger), saya segera ke kamar mandi untuk membersihkan badan, setelah itu dilanjutkan dengan menyantap makan malam. Dan sampai menjelang waktu tidur tiba aktivitas saya hanya di rumah saja bersama keluarga.

Info:

Saya dan tim mengadakan kontes fotografi dalam The Diary Game, anda dapat mengunjungi link berikut ini untuk info lebih detail tentang kontes.
https://steemit.com/hive-103393/@steem.sea/steem-sea-community-contest-part-6-photography-in-the-diary-game
Semoga kontes ini mendapatkan perhatian dari @steemcurator02 juga.

Kami bergabung dalam tim Aceh-Indonesia yang terdiri dari saya sendiri sebagai leader, @muzack1, @ernaerningsih, @lord-geraldi dan @p3d1.


Ingin tahu tentang saya? Klik disini


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Ketika saya di medan saya sangat sering menyantap mie kocok, tapi sudah lama sekali saya tidak makan mie kocok, ada sedikit kerinduan masa-masa ketika saya di medan dulu.

#onepercent
#indonesia

Mie kocok di Kota Sigli ada beberapa tempat yang citarasa nya enak sekali. Tinggal sesuaikan dengan selera.

Semoga anda dengan senang hati bisa memberi tahu kepada saya tempatnya, ketika saya pulang dari Banda Aceh bisa. Mampir ke warung mie kocok tersebut.

Di Caleue salah satunya, di Kanji Caleue. Dari Kota Sigli setelah melewati persawahan Bambi sebelah kiri. Letaknya sebelum Polsek Indrajaya dan pertokoan Caleue

Terima kasih sudah mau memberi tahu tempat jya, sesekali saya akan singah di sana.

Itu ide bagus kawan

Setelah membaca, dan menyimak kisah yang disampaikan tadi, saya berani menyimpulkan bahwa leader adalah sosok yang religius.

Semoga sukses dunia dan akhirat

Salam kompak selalu.

Aamiin...😊

Saya sangat yakin pasar Steem akan berkembang kembali, hanya kita menunggu waktunya saja @anroja.

Happy good day 👍
#onepercent
#indonesia

Benar @nazarul. Itu sebuah keyakinan yang pasti.

Sosok ayah yang luar biasa, sebelum pergi kerja membawa anak jalan jalan dahulu, jadi anak akan dekat dengan sosok ayah dan tidak kehilangan sosok ayah dalam keluarga.
Banyak saat ini yang terjadi ayah pergi pagi pulang petang lalu istirahat, tidak ada waktu untuk anak dan anak kehilangan sosok ayah. @anroja Patut jadi tauladan bagi ayah ayah lainnya

#onepercent
#indonesia

😀😀😀😀

Semoga kedepannya @tuahsigoe juga segera menjadi ayah teladan 😊

Mohon restu dari ayah tuan

Bulukat selei selalu menggoda dan membuat saya terbawa masalalu, tetapi sekarang saya tidak lagi sembarangan makan bulukat selei

#onepercent
#indonesia

Iya, itu tidak baik bagi lambung mu kawan.

Hahaha, tentu saja demikian

Saat kelelahan menimpa, kita harus segera beristirahat... Tidur seperti ayam.

#onepercent
#indonesia

Itu benar sekali bang. Dan saya saat kelelahan dalam perjalanan,pasti juga akan beristirahat. Saya tidak ingin mengambil resiko.

Saya sangat setuju kalau perjalanan kita hari ini sangat ditentukan bagaimana cara kita mengawali waktu subuh, namun banyak umat muslim yang menganggap sepele waktu subuh
#onepercent
#indonesia

Hehehe, itu kembali kepada pribadi masing-masing.

Jangan menyetir sambil main hp ya pak :D

Salute!, for you support and contribution for steem SEA

Much Love

#onepercent
#indonesia

😀😀😀😀 Itu karena ada seseorang di samping saya makanya berani mengambil gambar.
Terima kasih bang, mari kita sama-sama memajukan steem di Indonesia

I don't understand your post.
Please, try to write in English.
Picture says that you have been passed a busy day.
#onepercent #bangladesh #affable

Maaf kawan, saya kurang mengerti bahasa Inggris. Dan tim Steemit lebih senang melihat kita menulis dalam bahasa yang kita kuasai.

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

Sorry we missed the voting window on this post. An extra vote will be added to your next Diary Game post.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team