Awasi Anak Kita Yuk !!!

in hive-103393 •  3 months ago 

IMG_20210704_182627.jpg

Gambar:Ilustrasi


Anak itu harus menjadi dirinya sendiri, tetapi ada koridor yang harus diterapkan. Jadi terikat, tapi bebas. Artinya, sama kayak kita orang dewasa juga kan, kita bebas. Allah memberikan kita kebebasan untuk memilih jalan manapun itu, tapi kita terikat dengan jalannya Allah.

Jangan lupa ketika anak-anak usia dini, maksudnya sudah SD, harus ada aturannya. Maksudnya bahwa kita tanamkan kepada anak-anak kita bahwa jangan pernah mengambil foto sendiri, ataupun orang lain mengambil foto kita dalam keadaan polos.

Tidak hanya polos, tapi juga dalam keadaan emosional yang tertentu saja, itu juga enggak boleh. Baik itu di kolam renang, atau sedang marah, atau apapun itu. Itukan menjadi efek yang berbeda, dari medsos itu.



phpoikmg1_resized.jpg
Source

Bicara sosial efek, media sosial atau media apapun. Media informasi ini berkembang cukup pesat. Lalu kemudian ini juga bisa boleh dibilang memiliki dua sisi. Satu sisi positif, dan satu sisi negatif.

Sisi lain anak-anak tentu saja membutuhkan browsing untuk pengetahuan, tapi disisi lain ada efek negatifnya yang bisa kecipratan juga. Lalu pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana kebijaksanaannya yang diterapkan orang tua.

Kalau orang tua biasanya kan punya keinginan anak-anak tau diri bahwa misalnya memakai media sosial faedahnya apa sih ? Tapi anak-anak tetap anak-anak, berarti memang orang tua yang harus dari awal menerapkan batasan. Misalnya ini, Facebook itukan ada aturan usianya. Jangan karena anak-anak minta "aduuh ma, nanti aku enggak gaul nih, karena gak punya Facebook, gak punya Instagram, gak punya ini, itu."

Kemudian, kita langgar batasan itu. Sehingga anak-anak yang masih dibawah usia kalau tidak salah Facebook 13 tahun ya. Berarti memang sudah ada batasan bahwa diatas 13 tahun, dianggap bahwa anak itu sudah bisa memfilter apa yang harus dia tampilkan di Facebook, atau apa lah itu.

Dan seringkali ketika kita misalnya ketik saja ini di Google ya misalnya "South is Asia." itu yang keluar gambarnya segala macam. Nah, yang terkait dengan south is asia. Padahal kayaknya bukan kata yang punya konotasi yang negatif ya. Itu saja bisa keluarnya macam-macam.

Kebayang enggak anak-anak kita terpapar hal-hal yang sifatnya mungkin pornografi, yang bersifat kekerasan, sejak usia dini. Berarti yang harus dilakukan orang tua adalah bagaimana mengatur cara bahwa anak harus tau ini loh, ada gambar-gambar yang kamu tidak boleh lihat.

Kita jelaskan ke anak, kalau kamu lihat kekerasan terus, bahwa sebenarnya ada orang yang melakukan tindakan kriminalitas terus, kamu akan berpikir bahwa hal itu wajar dilakukan.

Kamu lihat pornografi terus, kamu akan merasa bahwa "ahh ya gak apa-apa, semua orang melakukan," karena yang kamu lihat itu dunia virtual.

Kalau pernah ingat ada kejadian anak SMP yang melakukan hubungan yang seperti itu, di videoin. Kenapa itu bisa terjadi ? Karena bisa jadi sejak kecil dia melihat itu dan merasa bahwa semua orang melakukan hal yang sama, biasa-biasa saja. Jadi dia santai melakukannya.

By @midiagam

IMG_20160901_193856.jpg


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Mantap tulisannya...👍😊

Terimakasih bang @tucsond, sudah mengungi blog sederhana saya.

Salam kompak selalu 😊