Keutamaan Anak Yatim

in hive-103393 •  2 months ago 

IMG_20210804_180943.jpgGambar: Ilustrasi


Hari ini saya akan membahas tentang bagaimana pandangan Islam tentang orang-orang yang mengurusi anak yatim, piatu, namun tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Disekitar kehidupan kita, ada anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya. Kalau ditinggal mati sama sama bapaknya saja, kita sebut dengan istilah "anak yatim."

Kalau ditinggal mati oleh kedua orang tuanya, dan anak itu belum aqil baliq, maka kita sebut dengan istilah "yatim piatu."

Ukuran yatim itu sampai baliq. Kalau sudah besar, 20 tahun keatas, ditinggal mati orang tuanya, itu bukan yatim. Yatim itu batasannya belum baliq. Artinya, kalau sebelum baliq itu paling tidak 15 tahun kebawah. Usia sekolah, paling tidak SMA batasan maksimalnya. Bahkan SMA pun banyak yang sudah baliq. Kalau sudah baliq, sudah tidak kategori yatim atau yatim piatu.

Dengan persoalan yatim piatu seperti ini, ada kalanya orang ingin berusaha merawat, membina, mendidik, tentang anak-anak yatim ini. Karena itu perintah agama.



FB_IMG_1458802236109.jpg

Orang yang menghardik anak yatim, sama saja mendustakan agama. Tapi didalam merawat, membina, mendidik, ada kalanya orang itu mengumpulkan dana, membuat proposal kepada para donatur, dan lain sebagainya.

Setelah uang terkumpul, terkadang ada yang lalai, bahkan ada yang mencari uang dipinggir jalan, ditulis disitu ada kotak untuk anak yatim piatu, dan lain sebagainya.

Terapi kadang-kadang harta yang ia kumpulkan dari para donatur, harta yang ia kumpulkan dari para dermawan, terkadang ia salah gunakan. Apa artinya ia salah gunakan itu ? Tidak diberikan untuk si yatim, atau yatim piatu itu. Tidak dimanfa'atkan untuk pendidikan yatim atau yatim piatunya.

Terkadang, termakan oleh dia, hingga keluarganya. Hati-hati. Kenapa ? Didalam Alqur'an surah Annisa ayat 10, Allah SWT sudah berpesan kepada kita semua:

"Sesungguhnya orang yang memakan hartanya anak-anak yatim dengan dzalim, sesungguhnya orang itu sama saja memasukkan didalam perutnya sendiri, memakan didalam perutnya sediri, apa yang dimakan ? Yang dimakan itu api."

Artinya ketika ada orang dengan sengaja menggunakan, memanfa'atkan harta anak yatim, entah harta anak yatim langsung, atau harta yang dikumpulkan dari dermawan, dari para donatur, dimanfa'atkan untuk diri dan keluarganya. Sungguh orang itu sama saja memakan, memasukkan kedalam perutnya sendiri api neraka.

Oleh karena itu, hati-hati, jangan sampai makan harta anak yatim. Bahaya, sungguh bahaya.

Kalau boleh saya menyarankan, kalau untuk pengelola, jangan mengambil harta anak yatim sepeser pun, se sen pun, jangan mengambil harta anak yatim. Kalau untuk diri, untuk keluarga, kita kerja yang lain, jangan sekali-kali mengambil harta anak yatim.

Mudah-mudahan bermanfa'at bagi kita semua. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi blog sederhana saya.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Postingan yg bermanfaat sekali . Terimakasih sudh berbagi ilmu

Alhamdulillah kalau tulisan saya bermanfa'at bagi pembaca.

Terimakasih sudah membaca bang @fajrihasan12 😊

Sama2🙏🙏