Tertidur Sampai Ketinggalan Shalat, Itu Bagaimana Hukumnya ?

in hive-103393 •  last month  (edited)

023455800_1582622077-bed_time.webp


Source

Tentang masalah ketiduran yang menggugurkan kewajiban kalau misalnya shalat ashar, ataupun beberapa shalat terlewatkan.

Tertidur itu artinya memang akan diangkat pena 3 hal.

Satu, orang yang tertidur hingga dia bangun. Contohnya Ashabul Kahfi, 310 tahun. Itu ada bukti sejarahnya, ada artefaknya di Jordan. Disitu orang tertidur, maka loloslah semua kewajiban. Kita ini misalnya tidur kok sampai 2 hari 2 malam. Maka shalatnya gak usah dijamak semuanya, karena sudah tidak ada untuk mengganti shalatnya tadi.

Kemudian yang kedua orang gila hingga dia sembuh. Jadi, orang gila itu bebas dari kewajiban, bebas dari tuntutan hukum, karena diangkat pena. Maksudnya, kalau dia beramal baik tidak dicatat, tapi kalau beramal yang negatif pun, maksiat pun tidak dicatat juga. Makanya orang gila tidak ada kewajiban, orang tertdur tidak ada kewajiban.

Yang ketiga orang yang lupa. Orang yang lupa adalah sampai dia ingat. Misalnya puasa. Ini sudah puasa, lupa, terus dia minum. Maka disitulah orang tidak perlu ganti puasanya. Tidak batal, karena terlupa.

Masalahnya sekarang bagaimana bisa tertidur kalau itu kaitannya dengan kewajiban ? Maka cari jam-jam yang kira-kira tidak very koloso. Jam 11.00 siang kok tidur, nanti dzuhurnya bisa lewat. Belum shalat ashar itu jam 5 tidur, atau belum shalat magrib kok jam setengah tujuh tidur. Insya Allah nanti imsaknya bisa kelewatan.



027595200_1588925517-woman-sleeping-935777__1_.webp
Source

Intinya adalah merubah kebiasaan. Mohon ma'af, orang kalau enggak bisa tidur terus nonton tv, itu juga tidak baik. Karena tontonan tv itu juga berpengaruh pada nanti ada hormon-hormon yang seharusnya itu istirahat, malah menjadi keluar. Apalagi yang ditonton yang gak jelas-jelas.

Ada bertanya seperti ini kepada saya. "Boleh enggak sih terus-terusan minum obat tidur, karena saya sering insomnia, jadi kalau untuk tidur saya minum obat ?"

Ya, sebetulnya jauh lebih baik kalau terapinya bukan terapi obat. Terapinya adalah terapi Rasulullah. Misalnya apa penyebabnya.

Penyebabnya sering pusing misalnya, maka ada teori pekam misalnya. Pakek obat-obat yang tidak ada ketergantungan, karena biasanya yang begitu itu menjadi adiktif. Artinya sekarang perlu satu pil, besok supaya bisa tidur, dua pil, tiga pil, empat pil, segala macam. Maka lebih baik kalau terapinya adalah terapi tadi misalnya. Ketika Fatimah itu capek dalam kerja, terapinya suruh zikir, supaya memudahkan mengantarkan tidur. Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu akbar 34 kali sebelum tidur.

Insya Allah kita kalau pakek itu belum sampai 33 kali kita sudah tertidur.

Inilah maka terapinya sebaiknya sunnah Nabi.

Baiklah, terimakasih sudah membaca.

Salam kompak selalu, sukses untuk kita semua.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!