The Diary Game, Monday, September 7, 2020, Ragam Aktivitas Saya Hari Ini

in hive-103393 •  2 months ago 

IMG20200907212221.jpg



Dompet Selendang yang saya pasang

Hari ini saya tiba ditempat kerja sedikit terlambat.

Karena saat saya sampai di sana, telah lebih dulu rekan kerja saya tiba lebih dulu dari saya.



IMG20200907155818.jpg

Suasana dalam ruangan kerja

Sebelumnya seperti biasa terlebih dahulu saya memulai aktivitas saya pukul 5 pagi. Kemudian saya ke kamar mandi. Di sana saya buag air kecil, lalu membersihkan dengan air.

Setelah itu saya mengambil wudhuk, dan bergegas ke kamar untuk shalat subuh.

Usai menunaikan shalat subuh, tepatnya pukul 9, saya berangkat ke tempat kerja dengan mengendarai motor. Tapi perjalanan saya sempat terhenti di warung kopi dekat rumah.

Sebelum bekerja, saya harus ngopi dulu, biar lebih semangat lagi saat saya memulai aktivitas saya. Ketika saya tiba di warung kopi, di sana telah ada empat pelanggan tetap di warung kopi ini yang tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.



IMG20200907121126.jpg

Pemandangan di warung kopi

Lalu saya memilih tetap duduk nyaman, segera setelah itu memesan minuman saya pagi ini. Saya hanya menghabiskan 15 disini, lalu pergi melanjutkan perjalanan saya ke tempat kerja.

Saat dalam perjalanan, saya melaju kendaraan dalam kecepatan tinggi, karena saya memang lagi buru-buru. Sekitar 2 menit menempuh perjalanan, akhirnya saya sampai ditempat kerja. Disana telah ada Helman, rekan kerja saya yang sedang sibuk merakit tas.



IMG20200907155647.jpg

Tampak Kawan saya Helman seorang diri sedang merakit tas ransel

Saat ini karyawan yang aktif di tempat saya bekerja, tinggal 3 karyawan saja. Yaitu saya sendiri, dan dua orang teman saya, mereka adalah Helman, dan Fakhrul.

Padahal dulu karyawan disini ada 10 orang, tapi sejak Corona muncul, satu- persatu karyawan memilih berhenti, lantaran sepinya pembeli tas. Dan hal ini berdampak besar pada pemasukan karyawan.

Tapi beberapa hari ini usaha tas souvenir Aceh, perlahan mulai bangkit. Ini bisa ditandai dari pelanggan yang mulai memesan tas Aceh. Alhamdulillah, semoga semakin lancar.

Pukul 12 siang, saya menjeda dari rutinitas kerja. Setelah itu pukul 2 siang, aktivitas itu saya lanjutkan lagi.

Hari ini saya tidak pergi ke pasar, karena tadi pagi saya telah membeli ikan yang dibawa langsung ke rumah oleh pedagang ikan keliling.

Begitu sampai di rumah, saya ke kamar untuk istirahat. Sambil menunggu suara adzan, saya membaringkan badan di kasur, untuk mengembalikan tenaga yang hilang, karena tadi saya lelah bekerja.

Pukul 13.56, suara adzan bergema di Menasah. Saya segera bangun, dan ke sumur untuk mengambil wudhuk, lalu kembali berjalan menuju kamar untuk shalat.

Setelah mengerjakan shalat, saya ke dapur untuk makan siang. Menu siang ini adalah udang masam keu eung, dan ikan asin. Ma'af, gambarnya tidak saya tampilkan, karena saat itu saya lupa mengambil gambar, karena fokus saya ke pekerjaan. Saat menulis cerita ini saja, saya mengingat ngingat apa saja yang telah lakukan hari ini.

Siang ini saya bekerja hanya 1 setengah jam. Karena resletingnya tidak ada. Jadi saya terpaksa menunda pekerjaan saya.

Usai shalat ashar, saya pergi proyek benur udang vanname, karena saya mendapat informasi dari teman, bahwa akan ada panen udang di sana jam 5 sore.

Nah, saya pun meluncur ke sana. ketika saya sampai disitu, saya bertemu dengan bang Lah, yang tengah sibuk mencuci pakaiannya yang kotor.



IMG20200906175155.jpg

Bang Lah, sibuk mencuci pakaian

Saya sempat berbincang dengan bang Lah, karena bang Lah ini bekerja di proyek pembibitan udang. Saya tanya,

Bang Lah, apakah benar akan ada panen udang disini ?

Kemudian bang Lah menjawab dengan logat bahasa Aceh nya yang kental,

Na panen, tapi ken jinoe. Euntuk malam panen poh 12

Setelah mendengar langsung jawaban dari bang Lah, saya sadar bahwa teman saya tadi telah keliru menyampaikan informasi kepada saya.

Saya tidak ingin buru-buru menuduhnya berbohong, karena mungkin saja dia juga mendapat informasi itu dari yang lain. Intinya saya berpikir positif, dan tidak langsung menuduh dia menyebar berita hoax.

Saat lagi asyiknya ngobrol dengan bang Lah, tak terasa sudah tiba magrib.



IMG20200906175233.jpg

Bang Lah, masih sibuk dengan cuciannya

Ini saya tandai dari adzan yang terdengar di Menasah.

Lalu saya pamit pulang sama bang Lah, karena saya harus melaksanakan kewajiban saya sebagai umad Muslim dengan shalat.

Kegiatan saya terus berlanjut hingga malam. Selepas magrib, hujan mengguyur Desa kami Ulee Madon. Suasana yang tadinya panas, kini berganti sejuk.

Saya terpaksa harus menunggu hujan reda, baru bisa keluar malam ini. Sambil menunggu hujan reda, saya tiduran di kamar dengan mendengar musik yang diputar.

Pukul 9.30, hujan telah reda. Kini saya sudah bisa keluar untuk bergabung dengan teman saya di warung kopi. Seperti biasa, di sana saya bermain Steemit, dan sesekali membuka Instagram.

Cuaca malam ini sangat dingin, kondisi ini membuat saya tak lama berada di warung kopi.

Malam ini saya sudah menjadwal bahwa akan pulang dari warung kopi, pukul 11. Dan biasanya saat tiba di rumah, saya ke kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu saya kembali masuk kamar, lalu tidur, tepat pukul 12.

Baiklah teman-teman, demikianlah rangkaian kegiatan saya hari ini, terima kasih sudah mampir dan mengikuti cerita saya.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada leader @anroja, juga ibu @erneaningsih, yang selalu mendukung dan menyemangati kami, sehingga membuat kami terus bersemangat.

Dan juga kepada semua tim yang terlibat aktif dalam komunitas kebanggaan kita.

Sampaib jumpa lagi.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Melihat kondisi bang lah mengingat nasib saya sendiri bang @midiagam 🤣🤣🤣

Banyak yang bernasib seperti bang Lah

Apalagi harga emas saat ini 😂

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Salam: @anroja