Hari Pertama di Tahun Baru: Kampung Nelayan |

in hive-193562 •  9 months ago  (edited)

01.jpg
Aku dan Dek Rafa bersama Meiji, Saiful, dan Mulyadi sesama alumni STM Negeri Bireuen lulusan tahun 1991.


Aku tidak ingin merayakan tahun baru 2021 secara khusus. Tapi sebuah kegiatan mengharuskan aku ke Pantai Kuala di Kota Juang Bireuen, Aceh. Kami akan menggelar kegiatan reuni alumni STM Negeri Bireuen lulusan tahun 1991 di sana.

Sudah lama aku tidak menginjak Pantai Kuala. Mungkin sampai puluhan tahun karena terakhir kali ke sini semasa aku berumur belasan tahun dan baru singgah kembali ketika berumur hampir 49 tahun.


02.jpg
Berjalan menuju Pondok Mbak Ayu di Pantai Kuala, Bireuen.


Aku memiliki banyak kenangan di sejumlah pantai di Bireuen seperti Krueng Juli dan Ujong Blang (di Lhokseumawe juga ada Pantai Ujong Blang). Tapi di Pantai Kuala, hanya sedikit yang bisa kuingat. Barangkali aku hanya sekadar melintas saja di sana. Berbeda dengan Pantai Krueng Juli dan Ujong Blang yang dulu hampir setiap minggu aku singgahi dengan berlari pagi. Jaraknya sekitar 6 kilo meter dan kami berlari atau berjalan kaki. Jadi, setiap pekan aku berlari sejauh 12 kilo meter. Tidak heran kalau staminaku di lapangan sepak bola selalu terjaga.

Alumni STM Negeri Bireuen lulusan 1991 akan melakukan pertemuan di sini pada 3 Januri 2021. Jadi, sebelum menggelar acara, aku harus memeriksa tempat bersama sejumlah kawan. Anakku yang paling kecil, Dek Rafa, ikut bersama kami.


03.jpg
Dek Rafa bergaya bersama bundanya di Pantai Kuala.


Ada kawan dari Bireuen yang menemani karena merekalah yang tahu lokasi persisnya. Mereka ada Meiji, Mulyadi, dan Saiful. Ada juga Hasanuddin yang kami panggil Nek Hasan. Nek Hasan tinggal di Krueng Juli yang berbatasan langsung dengan Pantai Kuala. Jadi, dialah yang sangat menguasai medan.

Tidak ada kegiatan nelayan di hari pertama tahun 2021. Tidak ada juga pengunjung karena merayakan tahun baru dengan budaya hura-hura dilarang. Bahkan pintu gerbang ditutup sehingga kami harus berjalan kaki sekitar 50 meter. Bagiku tidak bukan masalah. Malah lebih menyenangkan menyusuri pantai dengan berjalan kaki daripada menumpang kendaraan.

Kami menghabiskan waktu sekitar satu jam di Pantai Kuala sambil membahas beberapa detail seperti foto yang kami perkirakan bakal backlight karena latarnya pantai yang cerah. Lokasi panggung juga sempit sehingga kami perkirakan akan sesak.

Tapi kami mencoba menyiasatinya. Harapan kami semua, kegiatan silaturahim sekaligus reuni itu bisa berjalan lancar.[]


04.jpg
Selfie di Pantai Kuala. Tepian pantai ada di balik pepohonan.


05.jpg
Meninggalkan Pantai Kuala. Datang dengan berjalan kaki, pulang pun demikian karena pintu gerbang ditutup pada hari Jumat.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Selamat, Anda satu salah pemenang kontes yang diselenggarakan oleh Steem SEA, info lebih detail dapat anda peroleh dengan klik disini

IMG_20200928_182240.jpg