Dari Perkataan Bisa Menjadi Kenyataan

in hive-193562 •  2 months ago 

IMG_20210228_113223.jpg


Hati-hati dengan kata-kata yang kamu ucapkan, karena kata-kata itu bisa menjadi kenyataan. Dari kata bisa menjadi nyata. Dan itu bukan kebetulan, mungkin banyak berpikiran itu hanyalah kebetulan, tapi di tulisan ini saya akan membahas bagaimana dari kata bisa menjadi nyata.

Dan ada banyak hal di hidup ini yang kita rasa " Wahh, kayaknya ini kebetulan sekali." Tapi ternyata ini bukan kebetulan, ada penjelasannya. Pernah nggak sih kalian mikirin sesuatu, eh ternyata malah beneran terjadi.



IMG_20210228_113233.jpg

Contohnya, misalnya lagi mikirin uang, eh tiba-tiba ada yang transfer uang ke kalian. Atau lagi mikirin teman "Oh sudah lama gak ketemu." Ehh, tiba-tiba kemudian temannya nelpon.

Atau mungkin lagi mikirin makanan tertentu, ehh tiba-tiba ada yang traktir. Makanan persis sama yang di ucapkan, yang dibatakan, yang dipikirkan.

Apa pernah kejadian seperti itu ?

Kalau bicara tentang hal baik yang kita pikirkan, itu sering saya alami, bersyukur juga ya pastinya. Tapi ada satu hal yang benar-benar baru, baru terjadi. Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, ada saudara saya yang dari Banda Aceh, nginap di rumah. Terus dia bilang "Aku pengen lho ketemu sama Ustadz Abdul Somad, gimana ya caranya?"

Nah, karena dia bilang kayak gitu, saya langsung mikir, gimana ya caranya pertemukan dia sama Ustadz Abdul Somad. Saya bilang dia harus ketemu sebelum dia pulang ke Banda Aceh.

Nah, lagi mikir-mikir itu, tiba-tiba saya dapat WhatsApp ada seorang teman yang undang saya, ngajak saya untuk datang ke acara dakwah Abdul Somad, Dayah Cot Trueng.

Jadikan, berarti dengan saya ketemu Ustadz Abdul Somad, otomatis saya bisa mempertemukan saudara saya dengan Ustadz Abdul Somad, hari itu.

Nah, ini semua bukan kebetulan, ada penjelasannya. Apa yang anda ucapkan memiliki sebuah kekuatan. Nah, jadi hati-hati apa yang anda ucapkan. Tanpa ada sadari sebenarnya anda menarik semua itu dan mengubah itu menjadi nyata dalam hidup anda. Ada dua hal yang ingin saya jelaskan hari ini. Mungkin anda berpikir dan bertanya, "Saya kan bilangnya jangan, jangan sampai kepleset, jangan sampai telat, pokoknya gak mau diputusin."

Tapi kok yang terjadi malah diputusin, tapi kok yang terjadi malah telat, tapi kok yang terjadi malah kepleset ?

Eitss, satu hal yang harus kita ingat, bagaimana otak kita bekerja. Otak kita itu tidak mengenal kata Tidak.

Contoh, sekarang sekarang saya ingin bilang kepada anda "Jangan mikirin gajah, jangan bayangin gajah, apalagi gajah yang pakai celana dalam warna pink, terus joget-joget. Jangan pikirin 😅

Nah, sekarang siapa dari anda yang justru malah memikirkan itu dan membayangkan gajah tersebut ?

Kan saya bilang jangan pikirin, jangan bayangin. Tapi kenapa malah jadi muncul di bayangan anda ? Nah, itulah cara bekerja otak kita. Otak kita tidak mengenal kata tidak.

Yang kedua, saya ingin menjelaskan sebuah analogi, kalau anda berpikir "Tapi inikan cuma kata-kata, nggak ada wujudnya, kok bisa menjadi nyata ?"

Oke, saya kasih sebuah analogi sebagai berikut. Misalkan saya gambar sebuah kotak, lalu saya gambar antena di atas kotak itu, jadinya tv kan. Nah, di layar kaca atau di layar tv itu biasanya ada gambar.

Nah, sekarang saya ingin tanya, darimana gambar di tv anda itu muncul, asalnya darimana ? Ya benar, dari pemancar. Nah, jadi di suatu tempat yang jauh disana, ada gedung, gedung studio. Di dalam studio itu ada yang sedang syuting ya. Contohnya kita di ruang studio itu. Dan syutingannya itu dipancarkan oleh pemancar yang mengeluarkan frekuensi. Dan ketika frekuensinya sama ditangkap oleh televisi anda. Dan akhirnya yang muncul di studio sama dengan yang di layar tv anda, sama yang anda lihat di tv anda.

Nah, sekarang pertanyaannya, gelombang frekuensi itu bisa anda lihat nggak ? Ya benar, tidak kelihatan, tapi tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Sama seperti pemancar ini memancarkan gelombang, atau frekuensi. Otak, pikiran, ucapan kita itupun memancarkan yang namanya gelombang dan frekuensi.

Setiap kali kita berpikir, setiap kali kita mengucapkan sesuatu, itu berfrekuensi yang terpancarkan. Dan kalau frekuensi itu sama ditangkap, contohnya seperti yang saya analogikan tadk, itu akan muncul menjadi sebuah gambar.

Jadi kalau anda b

Jadi kalau anda berpikir sesuatu yang positif, mengucapkan sesuatu yang positif, hal positif itulah yang nantinya akan muncul di dalam hidup anda.

Kalau anda berpikir sesuatu yang negatif, maka hal yang negatif lah yang muncul di pikiran anda. Karena frekuensinya sama, saling menarik.

Nah, inilah penjelasan kenapa banyak orang yang kalau bawaannya lagi hoki, lagi beruntung, kayaknya habis itu muncul keberuntungan-keberuntungan lainnya.

Pernah mengalami hal seperti itu ?

Dan sebaliknya ada istilah sudah jatuh tertimpa tangga. Pernah nggak sih misalnya lagi apes, lagi sial, dan itu terus makin lama makin sial. Kenapa itu bisa terjadi ? Ya karena pikiran yang negatif, perasaan negatif menarik hal-hal yang negatif lagi di dalam hidup kita.

Oke, jadi hati-hati dengan apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan.

Semoga bermanfa'at, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir ke blog sederhana saya.

Sampai jumpa lagi.

By @midiagam

IMG_20210302_111528.jpg


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!