Dukun VS Dokter

in hive-193562 •  last month 

IMG_20210121_173109.jpg


Satu hal yang luar biasa dengan medis atau dengan pengobatan, ternyata mampu meredam yang namanya antar kampung. Jadi saya pernah menemukan di satu kampung dengn kampung yang lain itu, suasananya sangat memanas. Mereka itu ingin bertempur karena memang ada perselisihan. Tetapi ketika Dokter itu hadir disana, dia itu mampu meredakan yang namanya emosi di suasana panas tersebut, masing-masing dikasih paracetamol. Panasnya turun, langsung bisa ngobrol. Itu salah satunya medis itu diperlukan untuk persatuan dan kesatuan 😂

Baiklah, saya akan membahas mengenai pengobatan alternatif dan medis. Jika Ada beberapa orang juga yang percaya medis, ada juga yang alternatif.

Kalau alternatif biasanya orang-orang kita itu pasti sudut pandangnya berpikiran bahwa itu adalah dukun. Padahal tidak seperti itu sekarang ini ya.

Pengobatan medis itu seperti yang kita ketahui bersama pengobatan yang dilakukan oleh para Dokter. Jadi, ilmunya itu ilmu kedokteran, jelas. Sekolahnya di sekolah kedokteran, gitu kan. Disitu kita belajar biasanya dikasih obat, dikasih treatmen yang lain. Dan sekarang kalau pengobatan alternatif, itu pengobatan yang di luar kedokteran. Banyak macamnya, nggak cuma di pijit saja. Sekarang akupuntur, itu termasuk juga. Terapi refleksi pijat, atau berobat jalan. Karena akupuntur, jadi tour kemana saja dia 😅
Maksudnya pakai jarum. Sekarang juga sudah ada pengobatan herbal.

Jadi, memang semuanya itu sebenarnya tidak ada masalah. Mau pengobatan alternatif kah, mau pengobatan medis kah, selama itu menunjang untuk kesembuhan pasien, itu tidak bermasalah.

Pengobatan alternatif itu tidak ada hubungannya sama mahal, murah. Saya nggak bilang mahal, maksudnya aman secara finansial. Sedangkan kalau alternatif, anda cukup datang sekali. Itu anda bisa langsung diobati, nggak harus banyak macam-macam. Jadi, kita langsung mendapatkan hasil yang real saat itu juga.

Kalau pasien itu biasanya punya psikologis, kalau dia lagi sakit, disuruh apa saja mau. Karena harapannya adalah mereka bisa sembuh. Jadi kadang-kadang jangan sampai yang namanya mal praktek-mal praktek itu ketika diapa-apain itu jadi mau, tapi ternyata tidak cocok, tidak sesuai yang diajarkan. Karena itu di medis atau di kedokteran itu ada prositural ya namanya kalau gak salah.

Jadi memang dalam kedokteran ada protabs nya istilahnya. Dokter pun tau, masyarakat sekarang juga lebih cerdas. Jadi, tanyakan pada Dokternya "Dok, saya ini kenapa, bisa dkasih obat dok, ini obat apa, untuk apa, saya perlu tidak ?"

Begitu.

Kadang-kadang sebenarnya masalah di pasiennya itu. Jadi kadang-kadang pasien datang dengan infeksi virus. Sudah dibilang sebelumnya infeksi virus itu tidak perlu antibotik, atau malah tidak perlu obat, karena itu sefling. Tapi biasanya pasien kalau gak dikasih obat, "Dok, kok sata nggak dikasih obat ?"

Rengeknya gitu.

Atau malah kadang-kadang pasien itu inginnya cepat. Padahal itu sebenarnya yang namanya virus.

Jadi kita memang harus tau, masyarakat juga lebih melek lagi tentang masalah kesehatannya.

Saya jadi teringat filosofi pengobatan ala Rasulullah, bahwa semua gangguan memiliki akar masalah yang dimensinya tak sekedar fisik, tetapi juga harus menyelami dimensi psikisnya dengan penekanan-penekanan mendekatkan diri pada NYA, agar psikis menjadi tenang. Sebenar penyakit itu hadir sebagai obat untuk menyadarkan kita agar kembali ke jalan yang benar. Dan sebagai bentuk introspeksi bahwa begitu mudahnya semesta memberikan balasan bagi orang-orang yang melampaui batas. Kita ingat dengan ajaran, "Makanlah saat lapar, berhenti sebelum kenyang. Sisakan sepertiga dari lambung kita kosong, jangan berlebih-lebihan dalam makan."

Kata kunci sehat itu sebenarnya sederhana, sehat pikiran, tubuh, perasaan, jiwa, dan pusatnya hati.

Jadi, mau sehat, hati-hati jagalah hati.

Semoga bermanfa'at.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

sepakat seribu persen

Kata kunci sehat itu sebenarnya sederhana, sehat pikiran, tubuh, perasaan, jiwa, dan pusatnya hati.

Jadi, mau sehat, hati-hati jagalah hati.

Hehee