Jacob's Ladder: Jauh Dari Esensi Horor

in movie-review •  last year 
Rasa penasaran saya terhadap Jacob’s Ladder tertunaikan. Awalnya saya tidak sadar filem ini ternyata remake Jacob Ladder 1990, plot yang sama setting yang berbeda. Ide cerita kurang lebih juga sama, terfokus kepada veteran perang yang dihantui oleh mimpi buruk. Mimpi buruk demi mimpi buruk berjalan datar di filem ini, bisa dikatakan plotnya kurang menyesakkan karena dari awal kita sudah disajikan dengan konflik, tanpa diselip plot-plot ringan yang membuat kita sambil makan popcorn. Ok, mari kita bahas lebih lanjut. Saya kurang menikmati gaya horor di filem Jacob’s Ladder tapi saya memaksa diri untuk menonton sampai habis, toh tokoh tunggal Jacob Stinger hanya bermain sendiri dengan mimpinya. Alih-alih filem yang disutradari oleh David M.Rosenthal ini berbudget rendah, tidak ada kesan produksi indie, baik dari segi pencahayaan atau setting tempat luar yang nampaknya berkisar di sebuah tempat di bawah rel kereta api. Ya, sedikit seram sih tapi tidak bisa menjaungkau pandangan kita sebuah tempat horor. Jika malam, tempat itu hanya membentuk lorong remang dihuni oleh beberapa veteran berpenyakitan.

byclrsamst.png
sumber

Siapa Sebenarnya Korban PTSD
Di versi terbaru Jacob Ladder (Micahel Early), berprofesi sebagai seorang dokter bedah trauma di Rumah Sakit Atlanta VA, yang melihat banyak hal aneh seperti hantu, orang keserupan, kejang-kejang, yang semua itu adalah veterang perang. Sekilas, karakter Jacob Singer yang diperankan oleh Michael Early nampak seperti kurang greget barangkali ia berupaya tampil semaksimal mungkin di filem ini, tapi gagal. Memang, di awal filem ini saya sempat dibuat bingung dengan plot alur mundur, bertanya-tanya siapa sebenarnya yang menjadi korban PTSD. Dia atau kakaknya? Saya sempat masuk ke dalam sisi kejeniusan karakter Jacob dalam menyembunyikan hulusinasi dirinya. Pekerjaan sebagai dokter, dan usahanya untuk menemukan kakakya bisa menggiring kita ke dalam rasa penasaran akan endingnya. Selama running time filem ini, Jacob disibukkan mencari kakaknya Isaac (Jesse Williams), yang luka akibat perang di Afghanistan, dia nyakin Kakaknya masih hidup. Atas sebuah informasi yang didapatkan, dia pun menyusuri lorong remang di bawah rel kereta api di bawah tanah. Akhirnya dia menemukannya. Jacob yang sedari awal filem telah kawin dan memiliki anak, hidupnya sangat sempurna. Akan tetapi, Isaac, selalu dihantui oleh pengalaman perangnya. Dia menjadi korban obat HDA, obat yang disetujui oleh pemerintah untuk merawat PTSD, hanya saja efek sampingnya sangat mengerikan, itu menambah luka baru bagi mereka. Singkatnya, kita sebagai penonton akan diajak untuk ikut berkonspirasi dengan mereka menuduh pemerintah akan kejahatannya tersebut. Padahal semua itu lahir dari bawah imajinasi Jacob Ladder.

17th8hycr8.png
sumber

Filem Horor Yang Tidak Horor
Karena saya penyuka filem horor ditambah pula karakter Michael Early yang sempat saya nonton juga di filem Intruder. Kedua filem yang menjadi ukuran terpenting akan karakter Early. Jika saya bandingkan, Jacob Ladder dan Intruder maka Early dari segi karakter setidaknya sudah memperjelas bahwa keahlian dalam memainkan expresi di filem bergenre horor bisa dianggap berhasil. Namun, di Jacob Ladder, juga terlalu banyak jumpscare bisa-bisa membuat kita jenuh dengannya. Gagasan sutradara dalam menciptakan suasana horor di filem ini terbilang gagal, terlebih dari segi setting, dan pencahayaan yang kurang kontras sehingga menciptakan, terutama setting di bawah rel kereta api, kondisi yang jauh dari kesan seram. Belum lagi plot yang terkuras dengan pencarian kakaknya, yang semua itu sebenarnya dia sedang mencari diri sendiri.

2mu0ti6an8.png
sumber

Ternyata Hanya Mimpi
Di versi baru ini, Jacob’s Ladder sebenarnya ingin menunjukkan orisinil cerita dan sedikit lebih maju dari Jacob Ladder tahun 1990. Bukan hanya Jacob yang melihat orang-orang aneh, tapi lebih kepada sisi kehidupan nyata Jacob, tapi sebenarya hal yang nyata pun menjadi mimpinya, pergolakan mimpi terus ditampilkan di filem ini. Sepertinya, Jacob Ladder ingin lebih dalam lagi mengexplorasi dirinya seperti filem versi David Lynch di filem Mulholland Drive, sebuah filem yang bercerita tentang mimpi buruk dalam mencari identitas baru. Namun, saya tidak menemukan essensi seram dalam filem ini, Jacob Ladder baru ini hanya menyisakan kebingungan dan ketidakjelasan identitas dari sebuah karakter Jacob, ditambah lagi dengan kesan seram yang terjadi di filem ini terlalu receh, ringan tak terkesan berbeda dari filem-filem horor lainnya.

Penutup
Jacob’s Ladder 2019 merupakan filem remake Jacob’s Ladder 1990. Berkisah tentang veteran perang yang mengalami Post Traumatic Sydrome Disorder (PTSD). Keseluruhan filem ini dihabiskan mencari identitas Jacob sendiri. Menguras plot dengan prasangka halusinasi dan berkelut dengan mimpinya yang sebenarnya tidak mengandung esensi seram selama filem ini berjalan. Juga, dari setting tidak terkesan bahwa filem ini layak disebut filem horor. Berdasarkan ulasan di atas dan pendapat saya tentang filem ini, saya memberinya rating di bawah rata-rata yaitu 4.5, karena filem ini tidak mampu mengajak saya untuk menyerap emosi, expresi dan essensi horor selama filem ini berjalan. Jacob’s Ladder disutradarai oleh David M.Rosenthal, diperankan oleh Michael Early, Jesse Williams, , Nicole Beharie, Guy Burnet, dan William Tokarsky.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Hi, and thank you for using realityhubs. This is really a interesting movie and I may give it a shot.

Realityhubs Community Manager


Need help? Chat with us on Discord.

[Realityhubs-Team]


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers

Thanks for using eSteem!
Your post has been voted as a part of eSteem encouragement program. Keep up the good work! Install Android, iOS Mobile app or Windows, Mac, Linux Surfer app, if you haven't already!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.gg/8eHupPq

Sayang sekali, film horor yang tidak horor. Memang terbilang susah untuk film horor bisa tampil maksimal.

Thanks for your contibution.

Regards,
@anggreklestari
[Realityhubs Curator]


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers