MA : Pembalasan Dendam Yang Terlambat

in movie-review •  9 months ago 

7rsfz00nyp.png
sumber

Tokoh Utama dan Kehilangan Fokus Narasi
Biasanya filem horor menampilkan kesan misterius terhadap konflik yang akan dikembangkan, baik itu fokus kepada karakter utama atau pemeran lainnya di pembuka. Namun, ini nampaknya tidak ada di filem MA. Filem yang dirilis pada tahun ini seperti kehilangan fokus karakter, dimana biasanya kita temukan pada filem-filem horor lainnya. Tate Taylor, mungkin sengaja memperlambat pengenalan tokoh utama dalam filmnya, tapi lupa mempertimbangkan tensi di awal filem yang seharusnya langsung tersorot ke Sue Ann (Octavia Spencer) selaku pemeran Ma. Di saat pembuka, MA menyorot Maggie dan ibunya Erica (Juliette Lewis) pindah ke kota Ohio, di kota ibunya lahir. Lalu siapa sebenarnya yang menjadi tokoh utama di film ini?

Ternyata, setelah filem berjalan beberapa menit atau setelah kita hendak pindah baru sosok Ma muncul. Kemunculannya pun terkesan “disengaja” di depan toko minuman dimana Maggie yang masih berusia 16 tahun meminta bantuannya untuk membeli minuman buat kawan-kawannya. Dengan telatnya pengenalan tokoh utama dan “sengaja” kemunculannya terasa ada sesuatu yang salah dengan fokus narasi, seperti menawarkan sebuah ide yang jauh dari pemikiran penonton, bagaimana bisa tiba-tiba dia berkenalan langsung dengan seorang anak dari kawan sekolahnya dulu dan hampir semua kawan-kawan Maggie juga anak-anak kawan sekolah Ma. Disinilah rancunya narasi MA.

he4jlygt4t.png
sumber

Karakter Ma

Betatapun demikian,karakter Ma patut diaprisiasi. Karena Spencer terbilang sukses memerankan tokoh tenang, sabar, layaknya tokoh serial killer di filem horor lainnya. Ma, bekerja di klinik hewan, dimana dia sering dibentak oleh bosnya (Allison Janney) lantaran dia asik menghabiskan waktu dengan ponselnya. Dari sini pula Sue Ann kerap mencuri obat-obat bius hewan untuk kemudian digunakan buat menyuntik korbannya. Dalam mengajak para remaja tersebut pun dia tidak terkesan memaksa sehingga mereka tidak menaruh curiga dengan rencana Sue Ann (Ma). Disini dia menunjukkan karakter yang baik layaknya seorang Ibu yang membantu mereka dengan menyediakan tempat untuk berpesta. Untuk menutupi rencananya, Ma juga mengundang remaja-remaja lain untuk ikut berpesta di garasinya sehingga Maggie dan kawan-kawannya menganggap tindakan Ma biasa-biasa saja, namun di tengah perjalanan, Ma mulai menujukkan sikap agresif terhadap Maggie dan kawan-kawan sekolahnya itu, kondisi ini sempat membuat mereka tidak mau kembali ke tempat Ma.

4e4x1vtrb8.png
sumber

Pembalasan Dendam Yang Terlambat

Setelah berkenalan dengan Maggie, Ma mulai mencari nama-nama kawan Maggie di facebook yang kemudian mengkilasbalikkan kisahnya ke masa sekolah, dan tersadar tentang trauma bully yang dialaminya di saat sekolah dulu. Dia mengingat penggalan-penggalan trauma tersebut lewat wajah-wajah remaja yang dilihatnya di media sosial. Padahal peristiwa itu sudah puluhan tahun berlalu, dia merencanakan pembalasan dendam terhadap prilaku orang tua mereka terhadap Sue Ann (Ma). Aksinya pun mulai dilakukan, yaitu ketika Ben (Luke Evans) kawan kelasnya dulu yang juga ikut membulinya berkunjung ke rumahnya untuk mencari keberadaan anak lelakinya. Belum sempat dia duduk Ma langsung menyuntiknya yang selanjutnya dia dibunuh di atas ranjang. Setelah semua remaja-remaja tersebut tumbang, kecuali Maggie yang masih terjaga, datanglah seorang polisi untuk memeriksa, di saat mengetahui ada sesuatu yang tidak beres di dalam rumah, dan hendak masuk, Ma yang takut ketahuan akan aksinya terpaksa membunuh polisi tersebut dan bersama anaknya dia menyeret tubuh kaku itu ke dalam. Di bawah, Maggie dan kawan-kawanya sedang berjuang untuk lepas dari ikatan yang terpasang di leher mereka. Disinilah puncak konflik dari kesuluruhan durasi 90 menit filem MA berlangsung.

Penutup

Filem Ma disutradarai oleh Tate Taylor, bergenre phisokologi horor yang diperankan oleh Octavia Spencer (Sue Ann/Ma), Tate Taylor selaku polisi (kameo), Luke Evans (Ben) dan Diana Silver (Maggie) diproduksi oleh Blumhouse Productions yang dirilis pada tanggal 20 Juli, 2019 di Indonesia. Seperti ulasan di atas, ketegangan filem Ma tidak seperti filem produksinya terdahulu seperti Get Out. Ma seperti kehilangan roh dari sebuah filem horor yang seharusnya lebih merasuk penonton dengan sisi tegang di banyak bagian plot, barangkali ini terjadi karena keterlambatan memperkenalkan karakter utama dan kehilangan fokus narasi pada segmen plot tertentu sehingga membuat filem ini kurang mendapatkan respon positif dari pengamat filem. Terhadap performa filem Ma Rotten Tomatos memberi rating 5.4. Namun, saya juga menyarankan anda untuk menontonnya!

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Thanks for using eSteem!
Your post has been voted as a part of eSteem encouragement program. Keep up the good work! Install Android, iOS Mobile app or Windows, Mac, Linux Surfer app, if you haven't already!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.gg/8eHupPq

thank you for the support

Luar biasa . Memang penikmat film sejati. Hehehehe

hee...masih penikmat ecek-ecek bang

Bereh, lage teungoh ta nonton keudeh wate tabaca...

berarti hana payah nonton filem lee, hehe

Hey there @abduhawab. I appreciate the fact that you decided to elaborate on the Get Home Safe movie. I like your review, except that I wanted to read more of your thoughts. Thanks for contributing to realityhubs.

Please read our posting guidelines.

Do you have any questions? Chat with us on Discord

[RealityHubs Moderator]

thank for the rate @chrisbarth