Full Moon Drowning | Purnama Tenggelam |

in poetry •  3 months ago 



You painted the last chapter on the sand
about outdated romanticism:
word-for-word romance passes with the wind
overwritten full moon that depends
a span on a gold rug

Pounding heart and sigh ripple
enough to accompany each word
who are buried in a canoe without pedaling
we never stop dividing the ocean
with a piece of bloody heart as a torch

Up to this point, I no longer needed a lantern
anchor ‘it has fallen on the top of the ocean
a heart that spurred and anxious sighs
gone in the belly of the waves

The word has disappeared
and the full moon sinks in our eyeballs

Lhokseumawe, December 2018






Purnama Tenggelam

Engkau melukis bab terakhir di atas pasir
tentang romantisme usang:
percintaan kata demi kata berlalu bersama angin
ditimpa purnama yang tergantung
sejengkal di atas permadani emas

Deburan hati dan desah riak
cukup untuk mengiringi setiap kata
yang tertimbun dalam sampan tanpa kayuh
kita tak henti membelah samudra
dengan sepotong hati berdarah sebagai penerang

Sampai titik ini, aku tak lagi butuh lentera
sauh ‘tlah jatuh di puncak samudra
hati yang memacu dan desah yang gelisah
lenyap sudah di perut ombak

Kilau kata telah sirna
dan purnama tenggelam di bola mata kita

Lhokseumawe, Desember 2018




Badge_@ayi.png


follow_ayijufridar.gif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Semoga di saat bulan Purnama akan datang, semuanya akn terlihat begitu indah

Semoga saja. Dan semoga tidak menjadi srigala di saat bulan bulan penuh.