Partikel Superparamagnetik Untuk Aplikasi di Bidang Biomedikal

in realityhubs •  7 months ago 

Dr Sayuti_01.jpg


Peneliti Universitas Malikussaleh Dr. M. Sayuti, ST,M.Sc.,IPM mempresentasikan hasil penelitian di The 22nd International Conference on Advances in Materials and Processing Technology (AMPT2019) yang berlangsung di Taipei Taiwan pada tanggal 20-24 Oktober 2019 dengan judul “Study on Magnetic Properties Characterization of Aceh Iron Sand as Raw Biomedical Application Materials”.

Penelitian ini merupakan hasil penelitian tahun kedua dari tiga tahun waktu pelaksanaan. Riset ini sepenuhnya didanai oleh kemenristek Dikti dibawah skim PBK (penelitian berbasis kompetensi) yang merupakan riset dasar kompetitif nasional. Penelitian ini beranggotakan beberapa ahli material dan manufaktur dari fakultas teknik universitas malikussaleh diantaranya Dr. Muhammad Yusuf, ST.,MT, Dr. Herman Fithra, ST., MT.,IPM.,Asean.Eng, Reza Putra,ST.,M.Eng, dan Dr. Riza Wirawan, ST.,MT dari program studi teknik material fakultas teknik mesin dan dirgantara ITB Bandung.

AMPT adalah forum pertemuan ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan insinyur untuk bertemu dan bertukar ide dan informasi inovatif tentang semua aspek teknologi pemrosesan bahan maju. Seminar ini diselenggarakan setiap tahun dengan negara pelaksana berbeda beda tiap tahunnya. AMPT didirikan pada tahun 1990 di Dublin City University, Dublin, Irlandia dan diadakan berturut turut di Dublin pada tahun 1993, 1995, 1999 dan 2003.

Di luar Irlandia, telah diadakan di Portugal pada 1997, Malaysia pada 1998, Spanyol pada 2001, Polandia pada 2004, Amerika Serikat pada 2006, Korea pada 2007, Bahrain pada 2008, dan Malaysia pada 2009. AMPT 2010 diadakan di Paris, Prancis, di Istanbul pada 2011, di Wollongong, Sydney 2012, di Taipei, Taiwan pada 2013, di Dubai pada 2014.

Pada tahun 2015 diselenggarakan di Madrid, Spanyol dan pada 2016 di Malaysia, selanjutnya 2017 dan 2018 diadakan di Chennai, India, dan tahun 2019 ini diselenggarakan di Taiwan dengan tema “Advancing Smart Manufacturing Technologies in the Era of Industry 4.0” dan tahun depan 2020 akan di selengggarakan di Slovenia, Eropa.

Sebagaimana kita ketahui bahwa berbagai bentuk Mineral iron oksida tersedia di alam, termasuk Provinsi Aceh. Iron oxide yang terdapat dialam pada umunya magnetit (Fe3O4), maghemit (γ-Fe), dan hematit (α-Fe2O). Ketiga oksida ini juga sangat penting perananya didunia teknologi, baik industri maupun medis.

Hematit adalah oxide yang tertua dari oksida besi dan tersebar luas di bebatuan dan tanah. Ia juga dikenal sebagai besi oksida, seskuoksida besi, oker merah, specularite, bijih besi specular dan martit. Hematit berwarna merah darah jika berbentuk sempurna, dan hitam atau abu-abu jika berbentuk kristal kasar.

Ini sangat stabil pada kondisi sekitar, dan seringkali merupakan produk akhir dari transformasi oksida besi lainnya. Magnetit juga dikenal sebagai oksida besi hitam, bijih besi magnet, batu muatan, ferit besi, atau batu Hercules. Ini menunjukkan magnet terkuat dari oksida logam transisi.

Maghemite terjadi di tanah sebagai produk pelapukan magnetit, atau sebagai produk pemanasan oksida besi lainnya. Metastabil sehubungan dengan hematit, dan membentuk larutan padat kontinu dengan magnetit. Sifat magnetik oksida besi telah dieksploitasi dalam berbagai aplikasi termasuk segel magnetik dan tinta, media perekaman magnetik, katalis, dan cairan ferro, serta agen kontras untuk pencitraan resonansi magnetik dan agen terapi untuk pengobatan kanker.

Aplikasi ini menuntut bahan berukuran nano, bentuk, karakteristik permukaan, dan sifat magnetik tertentu. Magnetit dan maghemit telah menarik perhatian dalam aplikasi biomedis karena biokompatibilitasnya dan toksisitas yang rendah dalam tubuh manusia. Area aplikasi utama adalah bidang uji bio di mana sifat magnetik telah dieksploitasi secara in vitro untuk memanipulasi partikel nano magnetit dengan bidang magnet eksternal.

Pengembangan microarray magnetik yang sangat sensitif menggunakan sensor feromagnetik untuk mendeteksi pengikatan DNA target dan protein. Nanopartikel magnetik telah digunakan in vivo sebagai agen kontras pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk pencitraan molekul dan sel. Magnetit superparamagnetik digunakan sebagai inti dalam agen-agen ini yang digunakan untuk membedakan antara jaringan sehat dan berpenyakit.

Partikel superparamagnetik umumnya dilapisi dengan lapisan polisakarida untuk stabilitas koloid. Partikel magnetik dengan lapisan polimer telah digunakan dalam pemisahan sel, pemurnian protein, analisis lingkungan dan makanan, sintesis organik dan biokimia, pengobatan dan biosains. Enkapsulasi nanopartikel magnetik dengan polimer organik digunakan untuk meningkatkan stabilitas kimianya, dispersabilitas dan fungsionalitasnya.

Aplikasi lain dari nanopartikel magnetik adalah hipertermia dalam terapi kanker. Nanopartikel magnetik superparamagnetik ketika terpapar medan magnet bolak-balik dapat digunakan untuk memanaskan sel tumor hingga 41o-45oC, di mana kerusakan jaringan untuk jaringan normal dapat dibalikkan sementara sel tumor rusak secara permanen.

Hasil pengujian kemagnetan pasir besi Aceh yang dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Serpong menunjukkan nilai magnetisasi saturasi (Ms) tinggi dan medan koersivitas (Hc) rendah, yang menandakan bahwa sifat pasir ini mendekati sifat superparamagnetik. Untuk menghasilkan sifat superparamagnetik yang lebih tinggi dengan nilai Ms yang lebih tinggi dan Hc yang lebih rendah diperlukan ukuran partikel yang lebih kecil, yakni ukuran nano partikel.

Sifat partikel nano magnetic sangat bergantung pada ukuran partikelnya. Semakin kecil ukurannya, maka sifat yang dikandungnya semakin fleksibel dan mempunyai daya magnetic yang baik. Partikel nano magnetic bersifat superparamagnetik pada temperature ruang, artinya energy termal yang ada di ruangan tersebut dapat menghalangi anisotropi energy penghalang partikel nano magnetic tunggal.

Penggunaan partikel magnetik di bidang biomedikal biasanya menuntut sifat superparamagnetik dan terdispersi atau membentuk koloid stabil dalam air berlingkungan pH netral dan garam fisiologis. Kestabilan partikel magnetik di dalam air bergantung pada beberapa faktor diantaranya ukuran, muatan dan kimia permukaan.

Semakin kecil ukuran partikel, pengaruh gaya gravitasi semakin dapat diabaikan. Sedangkan peningkatan muatan dan kimia permukaan memungkinkan adanya gaya tolak menolak antar partikel sehingga partikel dapat stabil terdispersi dalam air.

Demikian pula sifat superparamagnetik akan dapat dicapai bila ukuran partikel magnet makin kecil yang mengakibatkan makin kecil pula interaksi antar partikel. Hasil penelitian ini nantinya akan di publikasikan di jurnal internasional bereputasi, dan diharapkan menjadi referensi bagi peneliti peneliti dibidang medis atau biomedikal.[]


Dr Sayuti_02.jpg


Badge_@ayi.png


follow_ayijufridar.gif


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Mantap. Aceh makin berkelas. Sumber daya alam yang kaya raya hars diperuntukkan kemakmuran rakyat. Semoga hasil dari penelitian akan membawa adil makmur, makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran.
Semoga para penelti akan makin melahirkan karya-karya unggul menuju indonesia maju.
Salam

Kalau ini di kembangkan oleh industri, mungkin sangat membantu penderita kanker dan tumor. Semoga hasil penelitian ini membawa manfaat bagi kemanusiaan.

Posted using Partiko iOS

Bereh that aplikasi nyan bg, menurut lon baca dari uraian droeneuh.

Posted using Partiko Android

Meunyoe berhasil, cukop meubantu ureung saket. Tapi penelitian nyan mantong si thön teuk.

Posted using Partiko iOS

Hello, @ayijufridar! You just received a vote from realityhubs curation account. Thanks for publishing your awesome review with the RealityHubs tag. Use the RealityHubs interface www.realityhubs.com to publish your reviews and receive greater rewards.

You can also delegate to our curation account (@reality.curate) to get a daily RHB reward. For more information, click here.

Do you want to get 400,000 RHB delegated to you to reward fellow awesome reviewers on the platform? Click here to learn how to apply for a delegation.

We love to see great reviews like yours and we look forward to seeing more awesome reviews from you.

Cheers!

RealityHubs Team


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers