#KilasBalik - Frank Rijkaard, Sang Badai Dari Belanda

in sportstalk •  27 days ago 

6708812-6433405-Rijkaard_in_action_for_Holland-a-15_1547140819631.jpg
Sumber gambar

Frank Rijkaard merupakan salah satu gelandang sepakbola terbaik di posisinya yang pernah lahir di muka bumi ini. Rijkaard memiliki kecepatan yang kekuatan yang lengkap dalam menghadang bola dilini tengah dan mempunyai kecerdasan taktik yang luar biasa. Kemampuannya dalam membaca permainan, agresifitas dan fleksibilitas serta konsisten dalam bertahan. Selain tampil ngotot dilapangan hijau, Frank Rijkaard juga mempunyai sifat temperamental, yang terkenal adalah insiden meludahnya terhadap Rudi Voller di Piala Dunia 1990.

Frank Rijkaard merupakan tipe gelandang bertahan sempurna yang ingin dimiliki oleh setiap klub di masanya. Sehingga mejadi tidak aneh selama karirnya sebagai pemain berhasil meraih berbagai gelar juara diantaranya gelar juara Piala Eropa 1988 bersama tim nasional Belanda, meraih tiga gelar juara Liga Champions bersama AC Milan pada tahun 1988/89 dan 1989/1990 serta 1994/95 bersama Ajax Amsterdam. Gelar Serie A Italia dan gelar Liga Belanda.

Frank Rijkaard merupakan keturunan imigran asal Suriname seperti halnya Ruud Gullit, Frank Rijkaard sudah berteman dengan Ruud Gullit dari masa kecil karena kedua orang tua mereka berimingasi berbarengan ke Belanda. Kedua ibu mereka yang merupakan penduduk pribumi asal Belanda.

Frank Rijkaard selama internasional telah memperkuat Belanda sejak tahun 1981 sampai 1994 dengan 73 penampilannya bersama Belanda serta mencetak 10 gol. Selain tampil di Piala Eropa dan meriah gelar di tahun 1988, Frank Rijkaard juga pernah tampil di Piala Dunia 1990 dan 1994. Sedangkan di klub, Frank Rijkaard mengawali dan mengakhiri karir bersama Ajax Amsterdam. Namun nama Frank Rijkaard mulai mentereng saat membela AC Milan dari tahun 1988 - 1993. Selama lima musim puncak karir di AC Milan bersama kompratriotnya Ruud Gullit dan Marco van Basten, mereka meraih kesuksesan yang luar biasa dan merupakan generasi terbesar dalam sejarah AC Milan. Nama mereka terukir manis di klub AC Milan dan pendukungnya. Frank Rijkaard merupakan trisula terakhir yang datang ke AC Milan yaitu pada tahun 1988 setelah meraih gelar juara Piala Eropa. Sedangkan Ruud Gullit dan Marco van Basten datang ke Milan satu musim sebelumnya.

Setelah pensiun dari lapangan hijau, Frank Rijkaard mencari keberuntungan dengan menjajal kursi kepelatihan. Rijkaard sukses menjadi tim nasional Belanda pada tahun 1998-2000. Kemudian setelah menangani tim nasional Belanda, Rijkaard melatih Sparta Rotterdam satu musim dan seterusnya sukses meraih berbagai gelar bersama Barcelona selama lima musim kepelatihan yaitu dari 2003-2008. Frank Rijkaard kemudahan digantikan oleh Guardiola. Saat ini Rijkaard sedang melatih tim nasional Arab Saudi.

Video dibawah ini yang berasal dari kanal YouTube MatigolVidz dapat anda lihat kemampuan Frank Rijkaard di atas lapangan

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!