#KilasBalik - George Weah, Mutiara Hitam Dari Benua Afrika

in sportstalk •  last month 

380E321000000578-3780088-image-m-42_1473349678064.jpg
Sumber gambar

Saya masih terngiang-ngiang gol solo run George Weah saat melawan Hellas Verona di San Siro. Weah membawa bola dari lini bawah Milan melewati beberapa pemain Hellas Verona dan berakhir dengan mencetak gol ke gawang Hellas Verona.

George Weah merupakan striker yang tidak hanya tajam di depan gawang lawan juga sering membuat assist yang membantu tim meraih kemenangan. George Weah bukanlah tipe striker egois seperti layaknya striker masa kini. Weah memiliki skill mengolah bola dan melewati lawan yang mumpuni, Weah juga mempunyai kecepatan serta dapat mencetak gol melalui kedua kakinya walaupun lebih dominan kaki kanan. Weah juga sering mencetak gol melalui sundulan kepalanya.

George Weah mulai angkat nama saat bermain di Perancis membela AS Monaco. Saat itu AS Monaco dilatih oleh Arsene Wenger, mantan pelatih sukses Arsenal. Setelah membela AS Monaco selama empat musim, Weah pindah ke klub lebih mentereng di Liga Perancis yaitu Paris Saint Germain (PSG). Di PSG Weah hanya bertahan tiga tahun sebelum di boyong oleh AC Milan ke San Siro pada musim 1995/96. AC Milan saat itu masih dilatih oleh Fabio Capello. Milan era Capello merupakan era sukses kedua setelah Arrigo Sacchi. Saat itu Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan. Di Milan George Weah bersama Zvonimir Boban (Direktur Milan saat ini) dan Dejan Savicevic membuat trisula maut. Pada tahun perdana di Milan, George Weah berhasil mengantarkan Milan meraih gelar Serie A dan Weah sendiri menjadi pencetak gol terbanyak pada musim perdananya di Serie A.

Pada Tahun 1995, Weah juga meraih gelar sebagai pemain terbaik Afrika dan sebagai pemain terbaik dunia. Dia merupakan satu-satunya peraih gelar tersebut yang berasal dari benua Afrika sampai saat ini. George Weah mengakhiri karir sepakbolanya pada tahun 2003 dengan klub terakhirnya Al Jazira (Uni Emirat Arab).

Dan setelah pensiun dari lapangan hijau, biasanya mantan pemain bola akan berkarir tidak jauh dari sepakbola, ada yang menjadi pelatih klub sepakbola, menjadi komentator, menjadi manajemen klub dan lain sebagainya. Tapi Weah beralih profesi yang tak biasa bagi sebagian besar pemain sepakbola, Weah memilih berkarir sebagai pilitikus. Perjalanan karir politiknya penuh terjal dan tidak semulus perjalanan karir sepakbolanya. Tapi Weah merupakan tipe manusia yang pantang menyerah dan memperkuat ambisi yang tinggi dalam karirnya. Tekad itu tidak sia-sia, dan akhirnya pada 22 Januari 2018, George Manneh Oppong Ousman Weah resmi menjadi sebagai Presiden Liberia ke 25.

Video dari kanal YouTube Barbosa Futbol Videos di bawah ini bisa mewakili kemampuan George Weah dalam skill dan naluri mencetak golnya.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!