Wawancara Eksklusif dengan Gubernur Aceh Sebelum Hari Berganti |

in zzan •  last month 

Nova_01.jpg


Saya bersama Teuku Kemal Fasya, mendapat kesempatan mewancarai Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, selama dua jam lebih, pertengahan Juni 2020 lalu. Wawancara eksklusif ini khusus tentang investasi migas di Aceh, tapi karena diskusinya sangat menyenangkan, melebar ke banyak hal, termasuk politik, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat Aceh. Kalau tidak dihentikan Teuku Kemal Fasya, wawancara bisa sampai hari berganti karena pembicaraan kami begitu hangat.

Tapi Teuku Kemal Fasya menghentikan proses wawancara beberapa menit sebelum hari berganti karena keesokannya, Nova Iriansyah akan melakukan perjalanan ke Bireuen untuk melantik Bupati.

Mengenai pendidikan, Nova mendukung Universitas Malikussaleh mengembangkan studi perminyakan agar relevan dengan potensi minyak dan gas yang ada di Aceh. Di samping pentingnya menyiapkan tenaga kerja masa depan yang berorientasi pada pengembangan energi terbarukan.

Didampingi staf khusus Gubernur, Ir Iskandar M Sc, ia mengingatkan pentingnya setiap perguruan tinggi mengembangkan ciri khas dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan dan membangun peradaban. Itu antara lain pembicaraan Nova Iriansyah dengan Kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Unimal, Teuku Kemal Fasya dan Kabid Publikasi dan Informasi, Ayi Jufridar.

Menurut Nova, keberadaan Prodi Perminyakan sangat mendukung investasi di sektor migas yang dalam beberapa tahun terakhir kembali menggeliat di Aceh. Ia merincikan, sejumlah perusahaan migas saat ini sudah berinvestasi di Aceh seperti Repsol, Medco, Zaratex, Mubadala, dan nanti akan masuk Premier Andaman Oil Ltd. “Pemerintah Aceh membuka pintu seluas-luasnya bagi investasi migas,” ungkap Nova dalam perbincangan yang berlangsung selama dua jam lebih.


Nova_03.jpg


Pilihan memperkuat studi perminyakan di Unimal, lanjut Nova, sebab universitas tersebut sebelumnya sudah mendirikan Migas Center yang didukung berbagai terkait seperti BPMA, PHE Sumbagut, Pemerintah Aceh, dan banyak lagi.

Gubernur menambahkan, sejumlah perusahaan migas yang sudah berada di Aceh mengungkapkan kenyamanannya selama ini, meski perusahaan tersebut belum semuanya sampai ke tahap eksploitasi. Kehadiran sejumlah perusahaan di sektor migas tersebut, diyakini Nova akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Kita senang karena banyak perusahaan migas yang tertarik masuk Aceh. Imbauan saya, jangan buru-buru untuk mendudukan investasi pada posisi ideal. Biarkan saja investasi masuk dulu, yang lain pasti menyusul. Kita harus bisa memfasilitasi dan melihat keberadaan perusahaan tersebut jangan sampai melanggar panduan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan”, ungkap Nova.

Dalam perbincangan tersebut, pihak Unimal dan Pemerintah Aceh memiliki kesepahaman yang sama dalam pengembangan sumber daya manusia dalam menyongsong era revolusi industri 4.0. “Era energi fosil beberapa dekade lagi akan berakhir. Kita mau tak mau harus secepatnya masuk era inovasi dan kreatif dengan kesiapan optimal. Tak ada jalan lain kecuali perkuat nalar budi, melalui program pendidikan dan beasiswa,” ujar Nova penuh antusias.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur Aceh juga mengucapkan selamat Dies Natalis Unimal ke-51 tahun. Ia mengharapkan Unimal menjadi corong utama alternatif pendidikan baru di Aceh yang semakin diperhitungkan, bukan saja di tingkat lokal, tapi juga regional, dan kawasan ASEAN. “Semoga tagline 51 tahun Dies Natalis Unimal, “Berkhidmat pada nalar budi, setia pada kejujuran, dan berbudaya pada karakter islami”, bisa menjadi identitas utama Unimal,” tandas Nova.[]


Nova_04.jpg


Nova_05.jpg

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Ini adalah moment yang spesial, bisa bertemu langsung dengan Nova Iriansyah, sosok yang hangat di perbincangkan saat ini, karena kinerjanya yang kontrovesial.